Permintaan Emas Meningkat Jelang Libur Imlek di China

Permintaan emas melonjak di China menjelang libur Tahun Baru Imlek menyusul penurunan harga emas global. Fenomena ini mendorong konsumen membeli perhiasan sekaligus menambah investasi fisik sebagai aset safe haven.
Konsumen Tertarik Membeli Perhiasan Meski Harga Turun
Peter Fung, Kepala Perdagangan di Wing Fung Precious Metals, menyatakan bahwa konsumen tetap tertarik membeli perhiasan meski harga mengalami penurunan. Minat terhadap investasi fisik juga menunjukkan tren positif, mencerminkan preferensi masyarakat untuk mengamankan aset menjelang perayaan Imlek.
Harga Premi Emas di China dan Hong Kong Mengalami Kenaikan
Harga premi emas di China tercatat US$ 35 per troy ons di atas harga spot global, naik dari US$ 32 minggu lalu. Di Hong Kong, harga premi emas bergerak di level US$ 1,70. Kenaikan premi ini menunjukkan bahwa permintaan tetap kuat meski harga emas global mengalami fluktuasi.
Penjualan Emas Batangan dan Koin Meningkat di China
Asosiasi Emas China melaporkan bahwa penjualan emas batangan dan koin kini melampaui pembelian perhiasan untuk pertama kalinya, dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Tren ini menjadi indikator bahwa masyarakat mencari cara aman untuk mengamankan nilai aset menjelang periode liburan.
India Catat Penurunan Harga Premi Emas
Sementara itu, pedagang emas di India menurunkan premi dari US$ 153 menjadi US$ 70 per troy ons, termasuk bea impor dan bea penjualan. Penurunan ini disebabkan volatilitas harga yang membuat konsumen kesulitan memahami tren pasar dan memengaruhi minat beli, terutama bagi pembeli perhiasan.
Pedagang Sarankan Konsumen Pantau Fluktuasi Harga
Pedagang di Mumbai mengingatkan bahwa konsumen perlu mewaspadai fluktuasi harga emas yang tajam. Pemahaman tren harga lebih luas akan membantu investor dan pembeli perhiasan mengambil keputusan yang tepat menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek.
