Dosen Ekonomi Jelaskan Penyebab Harga Emas Meroket

Harga emas cetak rekor Rp3 juta per gram pada akhir Januari 2026
Jakarta – Harga emas kembali mencuri perhatian setelah mencapai rekor Rp3,003 juta per gram pada Rabu, 28 Januari 2026. Pegadaian mencatat harga emas pada 1 Januari 2025 sebesar Rp1,506 juta per gram, dan menutup tahun 2025 pada Rp2,537 juta per gram. Dalam sebulan, emas melonjak hampir Rp500 ribu, menandakan kenaikan signifikan yang membuat investor dan masyarakat umum menyoroti pergerakan pasar logam mulia.
Wisnu Setiadi sebut faktor politik global dorong kenaikan emas
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, PhD, menjelaskan kenaikan harga emas dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi politik global yang tidak stabil. Ketegangan internasional, konflik militer, dan sanksi ekonomi mendorong permintaan emas karena dianggap sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven.
Kebijakan The Fed dan pelemahan dolar tingkatkan minat emas
Wisnu menambahkan, kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga dan melemahnya dolar membuat emas semakin diminati. Penurunan suku bunga di Amerika Serikat menekan nilai dolar, sehingga daya tarik emas sebagai aset aman meningkat. Selain itu, inflasi yang tinggi dan volatilitas pasar saham mendorong investor mencari perlindungan jangka panjang melalui logam mulia.
Bank sentral dan ETF turut dorong lonjakan permintaan emas
Permintaan emas juga meningkat karena aksi bank sentral negara berkembang yang menambah cadangan emas secara aktif. Investor institusi semakin agresif membeli emas melalui Exchange Traded Fund (ETF), memperkuat tekanan naik harga emas. Wisnu menyebut masyarakat dan investor menyesuaikan portofolio dengan aset yang lebih stabil, merespons ketidakpastian ekonomi dan moneter global.
Tren kenaikan emas diperkirakan akan berlanjut
Ekonom UGM memperkirakan tren kenaikan harga emas akan berlanjut jika ketidakstabilan ekonomi dan politik global tetap terjadi. Namun, penguatan dolar atau kenaikan suku bunga AS yang signifikan dapat menahan laju kenaikan harga emas. Wisnu menegaskan, masyarakat membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari gejolak pasar dan risiko global.
