Pesta 7 Hari 7 Malam Berakhir, Harga Emas Jatuh Karena Bandar Bingung

Harga Emas Terkoreksi usai Reli Tujuh Hari pada Pertengahan Desember 2025

emas

Data Inflasi AS Menghentikan Penguatan Emas

INFOEMAS.ID – JAKARTA — Harga emas global mengalami koreksi setelah mencatat reli selama tujuh hari beruntun pada pertengahan Desember 2025. Pelemahan harga emas terjadi ketika pelaku pasar mencerna data inflasi Amerika Serikat yang turun lebih cepat dari perkiraan dan memunculkan ketidakpastian arah pergerakan berikutnya.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas di pasar internasional pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, ditutup melemah 0,21 persen ke level US$4.331,89 per troy ons. Koreksi tersebut sekaligus mengakhiri tren penguatan emas yang sebelumnya melonjak 3,12 persen dalam tujuh hari berturut-turut.

Meski demikian, harga emas mulai menunjukkan pergerakan stabil pada awal perdagangan Jumat, 19 Desember 2025. Pada pukul 06.25 WIB, harga emas tercatat menguat tipis 0,07 persen ke posisi US$4.334,95 per troy ons, mencerminkan sikap hati-hati pasar dalam merespons data ekonomi terbaru.

Penurunan Inflasi AS Memecah Persepsi Pelaku Pasar

Pasar merespons rilis data inflasi Amerika Serikat dengan pandangan yang terbelah. Di satu sisi, penurunan inflasi mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Di sisi lain, kondisi tersebut memperbesar peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang berpotensi melemahkan dolar AS dan kembali menopang harga emas.

Pemerintah AS melaporkan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,7 persen pada November 2025. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Juli dan berada di bawah proyeksi pasar sebesar 3,1 persen serta lebih rendah dibandingkan inflasi September yang tercatat 3 persen. Sementara itu, inflasi inti konsumen tahunan turun menjadi 2,6 persen, terendah sejak Maret 2021.

Analis pasar City Index dan FOREX.co, Fawad Razaqzada, menilai penurunan inflasi membuat minat terhadap emas sebagai pelindung inflasi melemah dalam jangka pendek. Namun, ia menegaskan bahwa peluang kebijakan moneter yang lebih longgar tetap membuka ruang dukungan bagi emas.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menjaga Prospek Emas

Setelah rilis data inflasi, kontrak berjangka suku bunga acuan federal funds mencerminkan peluang yang lebih besar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Januari. Lingkungan suku bunga rendah secara historis cenderung mendukung kinerja emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Wakil Presiden dan Kepala Strategi Logam Mulia Zaner Metals, Peter Grant, menilai tren jangka menengah emas masih berada dalam fase positif. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi menembus level US$4.515,63, dengan target jangka panjang di kisaran US$5.000 per troy ons.