BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan Kokoh hingga Emas Antam (ANTM) Naik Tajam

Harga Emas Perhiasan Bertahan Kokoh dan Emas Antam (ANTM) Melonjak Tajam Jadi Sorotan

ilustrasi harga emas perhiasan Sumber; AP

Pergerakan harga emas perhiasan dan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendominasi perhatian pembaca hingga Senin, 9 Februari 2026. Kenaikan harga yang signifikan serta volatilitas pasar logam mulia mendorong investor dan masyarakat memantau perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan transaksi.

Harga Emas Perhiasan Tetap Stabil di Sejumlah Gerai

Harga emas perhiasan pada Senin pagi, 9 Februari 2026, tercatat bertahan kokoh di Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi. Stabilitas ini memberi ruang bagi calon pembeli maupun investor untuk mempertimbangkan langkah terbaik di tengah tren harga yang bergerak dinamis.

Dengan kondisi pasar yang terus berubah, pelaku pasar aktif memantau daftar harga berdasarkan kadar karat di masing-masing gerai. Langkah ini membantu mereka menentukan momentum yang tepat untuk membeli ataupun menjual emas perhiasan.

Harga Emas Antam (ANTM) Melonjak dan Catat Kenaikan Sepanjang 2026

Sementara itu, harga emas batangan Antam pada Senin, 9 Februari 2026, menanjak tinggi. Sepanjang tahun 2026, harga emas Antam telah mencatat kenaikan sekitar 18%, mencerminkan kuatnya minat terhadap aset lindung nilai tersebut.

Harga buyback emas Antam juga ikut meningkat pada hari yang sama. Investor pun mencermati daftar harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia untuk menyesuaikan strategi investasinya.

Analis Menilai Tren Emas dan Perak Masih Didukung Fundamental Kuat

Di sisi lain, harga emas dan perak mengalami volatilitas tajam setelah tekanan jual pekan lalu. Meski harga belum mampu bertahan di atas level resistensi penting, sejumlah analis menilai fondasi jangka panjang logam mulia tetap solid.

Mengutip Kitco, analis Komoditas Commerzbank Barbara Lambrecht menyatakan pelaku pasar masih mencari arah di tengah ketidakpastian global. Ia menilai fluktuasi harga kemungkinan tetap tinggi dalam waktu dekat, namun prospek jangka menengah masih ditopang faktor fundamental yang kuat.

Saham Perbankan dan BBCA Ikut Menjadi Perhatian Pasar

Selain emas, pergerakan saham perbankan juga menyita perhatian. Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski mempertahankan peringkat di level Baa2.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat melemah 1,95% ke Rp 7.525 pada sesi I perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Pada perdagangan Jumat sebelumnya, saham ini juga ditutup turun 1,60%, sementara investor asing membukukan net sell Rp 109,14 miliar.