Pemilik Emas-Perak, Selamat! Harga Terbang, Rally Brutal Siap Dimulai

Harga Emas dan Perak Melonjak Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

emas

Pasar Logam Mulia Merespons Kebijakan The Fed dengan Reli Kuat

Harga emas kembali menguat dan harga perak mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memangkas suku bunga. Kenaikan ini menegaskan respons positif pasar logam mulia terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.

Pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025 hingga pukul 06.40 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat melemah tipis 0,01% ke level US$4.227,56 per troy ons. Meski demikian, tren penguatan masih terjaga setelah pada perdagangan sebelumnya emas naik 0,44% dan mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut.

Emas Menguat Seiring Turunnya Daya Tarik Aset Berimbal Hasil

Penguatan emas terjadi setelah The Fed memutuskan memangkas suku bunga dalam rapat kebijakan terbarunya. Penurunan suku bunga langsung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Pelaku pasar menilai keputusan ini sebagai sinyal positif bagi emas di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter tahun depan. Meski The Fed memberi isyarat kehati-hatian dalam pemangkasan lanjutan, investor tetap merespons kebijakan tersebut dengan aksi beli.

Harga Perak Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Di saat yang sama, harga perak kembali mencuri perhatian dengan menembus level tertinggi baru. Lonjakan perak terjadi seiring ekspektasi permintaan industri yang tetap kuat serta dukungan kebijakan suku bunga rendah. Kondisi ini memperkuat sentimen reli di pasar logam mulia secara keseluruhan.

Analis pasar menilai reli perak tidak hanya dipicu faktor moneter, tetapi juga terbatasnya pasokan dan meningkatnya kebutuhan sektor industri. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga yang agresif.

Sikap Hati-Hati The Fed Membayangi Prospek Tahun Depan

Meski memangkas suku bunga, The Fed tetap menegaskan sikap waspada terhadap perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan kebijakan saat ini berada pada posisi yang tepat untuk merespons dinamika ekonomi ke depan.

Namun, perbedaan pandangan di internal Federal Open Market Committee membuat arah kebijakan selanjutnya menjadi kurang pasti. Ketidakpastian ini justru memperkuat peran emas dan perak sebagai aset aman di tengah risiko ekonomi global.

Dengan dukungan kebijakan suku bunga rendah dan sentimen pasar yang kuat, pelaku pasar memandang reli emas dan perak masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.