Banyak Orang Tunda Menikah, Tak Mampu Beli Cincin Emas

Banyak Pasangan Tunda Menikah karena Harga Emas Melonjak pada 6 April 2026

Karyawan gerai emas memperbaiki perhiasan warna emas (chrome) berupa cincin di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/20). harga emas Antam juga berhasil naik Rp 25.000 menjadi Rp 964.120/gram untuk emas kepingan 100 gram yang lumrah dijadikan acuan. Sedangkan untuk kepingan 1 gram berada di Rp 1.022.000/gram berhasil menembus level 1 juta per gram. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Harga emas batangan di Indonesia tetap stagnan pada Senin, 6 April 2026, di Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Retro, dengan kisaran Rp2.885.000 hingga Rp2.919.000 per gram. Lonjakan harga emas yang fluktuatif sejak kebijakan perang tarif Amerika Serikat terhadap Iran tahun lalu memengaruhi perilaku konsumen, termasuk keputusan membeli cincin pernikahan dan tunangan.

Konsumen Tunda Pembelian Cincin untuk Menyesuaikan Anggaran

Banyak calon pengantin menunda pembelian cincin pertunangan karena harga emas yang tinggi. Berdasarkan laporan Business Insider, calon pembeli kini mempertimbangkan waktu lamaran dan mencari material perhiasan yang lebih ramah kantong. Kenaikan harga emas telah memaksa mereka menyesuaikan anggaran dan strategi pembelian.

Fluktuasi Harga Emas Dorong Perubahan Strategi Perhiasan

Harga emas tetap 70% lebih tinggi dibanding awal 2025, sehingga toko perhiasan harus menyesuaikan harga jual dengan cepat. Pemilik toko Ben Garelick di New York, Peter Manka Jr., menyebut kenaikan harga emas membuat 25%-30% pembeli menunda transaksi. Perhiasan berbahan emas murni, seperti cincin polos atau tumpuk tebal, paling merasakan dampak lonjakan harga ini.

Pasangan Gunakan Kembali Perhiasan Lama untuk Menghemat

Kenaikan harga mendorong calon pengantin menggunakan kembali perhiasan lama atau warisan keluarga. Toko-toko melebur emas lama untuk membuat cincin baru atau menawarkan kredit emas. Vivian Grimes, pendiri Henri Noël di Florida, menyatakan semakin banyak pelanggan memanfaatkan perhiasan pusaka untuk mengurangi biaya pembelian.

Pasar Perhiasan Sesuaikan Bahan dan Desain

Sebagian pembeli kini memilih emas dengan kadar lebih rendah atau campuran logam alternatif untuk menekan biaya. Max Baecker, presiden American Hartford Gold, menyatakan konsumen semakin cermat menilai emas sebagai aset bernilai intrinsik. Toko perhiasan menyesuaikan desain dan berat karat agar tetap menarik di tengah harga yang fluktuatif, terutama untuk segmen menengah.

Harga Tinggi Pengaruhi Tren Pernikahan Global

Fenomena ini berdampak pada tren global, di mana beberapa negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan mengalami penundaan pernikahan atau “resesi seks”. Lonjakan harga emas membuat proses lamaran dan pembelian cincin menjadi lebih kompleks, sementara konsumen mencari cara untuk mempertahankan simbolisme emas dalam pernikahan di tengah ketidakpastian ekonomi.