Harga Emas Melonjak Tajam Jelang Rilis Data Penting AS

Harga Emas Dunia Melonjak Tajam Jelang Rilis Data Ekonomi Penting AS

Seorang pedagang perhiasan emas menimbang batangan emas untuk dijual di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026 waktu setempat di New York. Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi krusial yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Data pasar menunjukkan harga emas spot melesat 1,93% ke level US$ 5.056,66 per ons troi. Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 2% dan ditutup di posisi US$ 5.079,40 per ons troi.

Pelemahan Dolar AS Mendorong Permintaan Emas Global

Penguatan emas berjalan seiring penurunan indeks dolar AS sebesar 0,8% ke titik terendah dalam lebih dari sepekan. Melemahnya mata uang greenback membuat harga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi investor di luar AS, sehingga mendorong peningkatan permintaan global.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menegaskan bahwa pergerakan dolar menjadi katalis utama reli emas kali ini. Ia menilai pasar mulai mengantisipasi potensi pelemahan data ekonomi Amerika Serikat, terutama dari sektor ketenagakerjaan.

Investor Menanti Data Tenaga Kerja dan Inflasi AS

Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data nonfarm payrolls, inflasi konsumen, serta klaim awal pengangguran AS yang dijadwalkan terbit pekan ini. Data tersebut diyakini memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, pertumbuhan tenaga kerja nonpertanian AS pada Januari diperkirakan mencapai 70.000 orang. Jika data menunjukkan perlambatan, pasar memperkirakan peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin terbuka. Saat suku bunga turun, emas cenderung diuntungkan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.

Saat ini, pelaku pasar telah memperhitungkan sedikitnya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin sepanjang 2026. Ekspektasi tersebut turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.