Harga Emas Dunia Jatuh Akibat Aksi Profit Taking Investor

Investor Lepas Emas Setelah Reli Rekor
NEW YORK – Pada Jumat, 16 Januari 2026, harga emas dunia kembali turun setelah investor melakukan aksi profit taking menyusul reli tajam yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Logam mulia ini kehilangan sebagian daya tariknya karena meredanya ketegangan geopolitik, sehingga para investor beralih menyesuaikan portofolio mereka. Penurunan tersebut menurunkan harga emas 0,44% menjadi US$ 4.595,68 per ons troi, meski logam ini tetap mencatat kenaikan mingguan kedua sekitar 1,88% setelah sempat menyentuh US$ 4.642,72 pada Rabu, 14 Januari 2026.
Harga Emas Berjangka AS Juga Terkoreksi
Emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menutup perdagangan dengan penurunan 0,54% ke posisi US$ 4.598,71 per ons troi. Analis Marex, Edward Meir, menyebut bahwa koreksi ini merupakan respons alami pasar komoditas terhadap reli agresif beberapa pekan terakhir. Meir menambahkan bahwa aksi profit taking dan meredanya ketegangan di Timur Tengah menghapus sebagian premi geopolitik pada emas dan logam mulia lain, termasuk perak.
Ketegangan Geopolitik Mereda di Timur Tengah
Meredanya ketegangan terjadi setelah aksi protes di Iran mulai surut. Presiden AS Donald Trump mengambil sikap menunggu perkembangan, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan upaya mediasi untuk menurunkan eskalasi. Kondisi ini menurunkan urgensi emas sebagai aset safe haven, sehingga tekanan jual meningkat di pasar global.
Kesepakatan AS-Taiwan Dorong Stabilitas Perdagangan
Selain itu, kesepakatan perdagangan antara AS dan Taiwan pada Kamis, 15 Januari 2026, menurunkan tarif ekspor semikonduktor Taiwan dan memicu investasi baru ke sektor teknologi AS. Langkah ini berpotensi mengurangi ketegangan dengan China dan menambah sentimen positif terhadap pasar, yang mendorong investor menyesuaikan strategi mereka terhadap logam mulia.
Pasar Diminta Tetap Waspada
Kondisi ini menegaskan perlunya pemantauan terus-menerus terhadap harga emas dan dinamika geopolitik. Investor disarankan mengambil keputusan strategis agar bisa memanfaatkan koreksi pasar sekaligus meminimalkan risiko, terutama bagi mereka yang berfokus pada logam mulia sebagai bagian dari portofolio diversifikasi.
