Harga Emas Fisik Asia Bergerak Beragam, India Beri Diskon dan China Jaga Permintaan Jelang Imlek

JAKARTA, investor.id – Harga emas fisik di kawasan Asia menunjukkan arah berbeda pada pertengahan Februari 2026. Pelaku pasar di India mulai menawarkan diskon setelah reli panjang, sementara permintaan di China tetap kuat menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Mengutip laporan Reuters, dealer emas di India memberikan potongan harga hingga US$12 per ons dibandingkan harga resmi domestik yang sudah mencakup bea impor 6% dan pajak penjualan 3%. Kondisi ini berbalik dari pekan sebelumnya, ketika emas masih diperdagangkan dengan premi tinggi hingga US$70 per ons.
Dealer India Turunkan Harga karena Permintaan Ritel Belum Pulih
Pelaku usaha perhiasan di Hyderabad mengakui permintaan belum menunjukkan pemulihan meski biaya pembuatan telah didiskon. Konsumen ritel masih menunda pembelian karena menganggap harga emas terlalu mahal setelah lonjakan tajam beberapa waktu terakhir.
Pada Jumat (13/2/2026), harga emas domestik India berada di kisaran 154.000 rupee per 10 gram. Angka ini mencerminkan pemulihan dari penurunan tajam pekan sebelumnya yang sempat menyentuh 133.687 rupee. Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati dan menunggu kejelasan kebijakan impor sebelum menambah stok.
Pedagang juga menunda pembelian dari bank sambil mencermati potensi peningkatan impor dari Uni Emirat Arab melalui skema tarif preferensial. Perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement memungkinkan emas dari UEA masuk dengan bea lebih ringan, sehingga berpotensi menambah pasokan dan menekan harga domestik.
Permintaan China Tetap Solid Sambut Libur Tahun Baru Imlek
Berbeda dengan India, pasar China justru mencatat permintaan yang tetap kokoh menjelang libur Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 15 Februari. Aktivitas pembelian meningkat seiring tradisi pemberian hadiah emas dan investasi menjelang perayaan.
Di pasar domestik China, emas diperdagangkan dalam rentang diskon US$8 hingga premi US$10 per ons dibandingkan harga spot global. Variasi tersebut mencerminkan dinamika permintaan dan distribusi pasokan di berbagai wilayah.
Perbedaan tren antara India dan China menegaskan bahwa sentimen lokal memainkan peran besar dalam menentukan arah harga emas fisik di Asia. Sementara konsumen India menahan belanja karena harga tinggi dan menunggu kebijakan impor, pembeli di China justru memanfaatkan momentum musiman untuk meningkatkan akumulasi emas.
