Harga Emas Dunia Menguat dan Tetap Berfluktuasi pada Kamis 5 Februari 2026

Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis, 5 Februari 2026, sekaligus menunjukkan pergerakan yang masih fluktuatif setelah melewati fase volatilitas ekstrem. Emas spot tercatat naik 1,09% dan berhasil menembus level psikologis USD5.000 hingga mencapai USD5.016,67 per troy ons. Penguatan ini melanjutkan pemulihan harga emas yang sebelumnya sempat tertekan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, emas dunia menutup sesi dengan kenaikan tipis 0,33% di level USD4.954,79 per troy ons. Sepanjang perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak hingga USD5.092,05 per troy ons sebelum aksi ambil untung menekan harga kembali ke area USD4.900-an saat penutupan.
Pasar Menyikapi Geopolitik dan Data Tenaga Kerja Amerika Serikat
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi permintaan aset lindung nilai. Fokus investor tertuju pada rencana pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat di Oman yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Ketegangan tetap tinggi setelah militer Amerika Serikat mengklaim telah menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk di Laut Arab.
Dari sisi ekonomi, data ketenagakerjaan Amerika Serikat memberikan sinyal pelemahan. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta hanya menciptakan 22.000 lapangan kerja baru pada Januari, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 48.000. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed berpotensi mempertimbangkan pemangkasan suku bunga dalam waktu mendatang.
Harga Emas Antam dan Emas Digital Bergerak Berlawanan
Di pasar domestik, harga emas masih bergerak dinamis. Pada Rabu, 4 Februari 2026, harga emas Antam sempat naik dua kali hingga mencapai Rp2.973.000 per gram. Namun pada Kamis, 5 Februari 2026, harga emas Antam justru dibuka melemah Rp17.000 ke level Rp2.956.000 per gram.
Pergerakan serupa juga terjadi pada emas digital. Di aplikasi Treasury, harga beli emas pada Kamis pagi pukul 10.00 WIB tercatat di Rp2.755.748 per gram, turun sekitar Rp21.000 dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan aksi ambil untung sebagian investor setelah reli harga yang cukup agresif.
Analis Melihat Emas Memasuki Fase Konsolidasi
Sejumlah analis menilai emas mulai memasuki fase konsolidasi. Edward Meir dari Marex memproyeksikan harga emas bergerak mendatar dalam beberapa pekan ke depan. Bart Melek dari TD Securities menilai area USD5.050 hingga USD5.100 per troy ons menjadi zona resistensi penting yang menentukan arah selanjutnya.
Meski demikian, Goldman Sachs tetap mempertahankan proyeksi bullish dengan target harga USD5.400 per troy ons pada Desember 2026. Optimisme ini didukung oleh pembelian bank sentral, potensi arus masuk ETF, serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
