Harga Emas Hari Ini Minggu 25 Januari 2026 Menguat dan Menjaga Tren Bullish Domestik

Harga emas hari ini Minggu, 25 Januari 2026 melanjutkan penguatan signifikan di pasar domestik setelah mencatatkan kenaikan tajam sepanjang sepekan. Pergerakan positif ini menegaskan kuatnya sentimen beli investor yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Harga Emas Antam Menguat Tajam Sepanjang Pekan Perdagangan
Selama sepekan terakhir, harga emas Antam mencatatkan lonjakan sekitar 8,41% atau setara Rp224.000 per gram. Harga yang pada awal pekan masih berada di level Rp2.663.000 per gram, ditutup menguat ke posisi Rp2.887.000 per gram pada akhir pekan. Kenaikan ini mencerminkan respons agresif pasar domestik terhadap meningkatnya permintaan emas fisik.
Pergerakan harian emas Antam menunjukkan tren naik yang konsisten. Harga naik bertahap sejak Senin, berlanjut menguat pada Selasa dan Rabu, lalu melonjak signifikan pada Jumat sebelum akhirnya ditutup lebih tinggi pada Sabtu. Pola ini mengonfirmasi dominasi sentimen bullish yang semakin solid menjelang akhir pekan.
Harga Emas Treasury Menjaga Tren Naik dengan Volatilitas Terbatas
Harga emas digital Treasury juga bergerak menguat secara mingguan meski dengan volatilitas yang relatif terkendali. Sepanjang pekan, harga naik sekitar 5,46% dari Rp2.666.637 menjadi Rp2.812.895 per gram. Pergerakan ini mencerminkan akumulasi bertahap oleh investor yang memanfaatkan emas digital sebagai alternatif investasi fleksibel.
Setelah sempat mengalami koreksi tipis di pertengahan pekan, harga emas Treasury kembali menguat pada Jumat dan hanya mengalami penyesuaian ringan pada Sabtu. Stabilitas ini menunjukkan bahwa minat beli tetap mendominasi meski terjadi fluktuasi jangka pendek.
Sentimen Global Menguatkan Daya Tarik Emas sebagai Aset Safe Haven
Penguatan harga emas domestik tidak terlepas dari sentimen global yang masih mendukung. Ketidakpastian geopolitik, isu independensi The Fed di Amerika Serikat, serta dinamika hubungan internasional mendorong investor mempertahankan eksposur pada emas sebagai aset safe haven.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar juga turut menopang harga emas. Pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan dalam waktu dekat dengan peluang pelonggaran bertahap ke depan, kondisi yang cenderung menekan imbal hasil dan meningkatkan daya tarik emas.
Prospek Harga Emas Tetap Positif Meski Risiko Koreksi Terbuka
Meski peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka, arah pergerakan emas jangka pendek hingga menengah masih dinilai positif. Proyeksi global seperti estimasi Jeurg Kiener yang menempatkan harga emas menuju USD8.000 per troy ons pada 2028 serta prediksi Yardeni Research menembus USD6.000 tahun ini memperkuat optimisme pasar terhadap prospek emas.
