Ketegangan Geopolitik Mereda dan Menekan Harga Emas pada Kamis 22 Januari 2026

Harga emas dunia melemah pada Kamis, 22 Januari 2026 setelah reli tajam yang sebelumnya membawa logam mulia ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan hari ini, harga emas turun 0,64 persen ke level USD4.805,41 per troy ons. Koreksi terjadi ketika pasar merespons meredanya sebagian ketegangan geopolitik global yang sempat mendorong lonjakan harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Pada sesi perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, harga emas justru melonjak signifikan sebesar 1,53 persen dan ditutup di level USD4.836,14 per troy ons. Dalam pergerakan intraday, emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi di USD4.887,82 per troy ons. Lonjakan tersebut membawa harga emas mendekati level psikologis baru USD4.900 per troy ons dan memperkuat sentimen bullish jangka pendek.
Pernyataan Donald Trump Mengubah Arah Sentimen Pasar Global
Perubahan arah pasar dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menarik kembali ancamannya menggunakan tarif sebagai alat tekanan dalam upaya merebut Greenland. Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan dan menyebut kesepakatan jangka panjang dengan Denmark hampir tercapai. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dan langsung direspons positif oleh pasar keuangan global.
Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, menilai pencabutan ancaman tarif terhadap Eropa mendorong penguatan pasar saham. Namun pada saat yang sama, sentimen tersebut menghapus sebagian keuntungan emas dan logam mulia lain karena investor melakukan aksi likuidasi jangka pendek setelah reli kuat.
Harga Emas Antam dan Emas Digital di Indonesia Ikut Terkoreksi
Sejalan dengan pelemahan harga emas dunia, harga emas Antam di Indonesia pada Kamis, 22 Januari 2026 turun Rp15.000 ke level Rp2.790.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.805.000 per gram. Harga buyback emas Antam juga menyesuaikan turun Rp15.000 ke level Rp2.635.000 per gram, mencerminkan respons pasar domestik terhadap koreksi global.
Koreksi serupa terjadi pada emas digital. Harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.721.406 per gram pada pukul 10.00 WIB, turun sekitar Rp21.000 dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Berkurangnya ketidakpastian global mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke aset berisiko, sehingga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai menurun sementara.
Dinamika Geopolitik dan Kebijakan Moneter Tetap Membayangi Prospek Emas
Meski ketegangan geopolitik mereda, risiko global masih terbuka. Pemerintah Denmark menegaskan ambisi Amerika Serikat terkait Greenland belum sepenuhnya hilang. Dari sisi moneter, mayoritas ekonom memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga beberapa waktu ke depan. Secara teknikal, harga emas masih berada di zona bullish meski indikator menunjukkan kondisi jenuh beli yang membuka ruang konsolidasi jangka pendek.
