Alarm untuk Investor: Harga Emas Hampir Sentuh Rekor Tertinggi 2 Bulan

Harga Emas Hampir Menyentuh Rekor Dua Bulan Saat Pasar Waspadai Arah Global

emas

Pasar Mendorong Harga Emas Naik Meski Laju Kenaikan Terbatas

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, meski kenaikannya relatif terbatas. Penguatan ini terjadi di tengah kemajuan pembicaraan damai Ukraina serta sikap investor yang masih menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pergerakan emas cenderung berhati-hati meski tetap berada di level tinggi.

Hingga pukul 06.58 WIB, harga emas spot tercatat naik 0,04% ke posisi US$4.303,85 per troy ons. Sehari sebelumnya, pada Senin 15 Desember 2025, harga emas dunia menguat sangat tipis 0,001% dan ditutup di level US$4.302,19 per troy ons. Dalam perdagangan intraday, harga emas sempat menyentuh US$4.350,10 per troy ons sebelum kembali turun.

Investor Menahan Agresivitas di Tengah Sinyal Damai Ukraina

Harga penutupan emas pada perdagangan terakhir menjadi yang tertinggi sejak 20 Oktober 2025 atau hampir dua bulan terakhir. Namun, emas memangkas sebagian kenaikannya seiring munculnya sentimen positif dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan Ukraina. Pasar menilai kemajuan diplomasi tersebut berpotensi meredam ketegangan geopolitik yang selama ini menopang permintaan aset safe haven.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai perkembangan pembicaraan damai Rusia-Ukraina mengurangi daya tarik emas sebagai aset perlindungan. Selain itu, aksi ambil untung juga menekan pergerakan harga, terutama dari pelaku pasar yang sebelumnya telah mengoleksi kontrak berjangka emas.

Utusan khusus AS Steve Witkoff menyampaikan bahwa pembicaraan Ukraina menunjukkan banyak kemajuan. Seorang pejabat AS bahkan menyebut kedua pihak mulai mempersempit perbedaan posisi, sehingga meningkatkan optimisme pasar terhadap meredanya konflik.

Data AS Menjadi Penentu Arah Harga Emas Selanjutnya

Di sisi lain, pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data penting dari Amerika Serikat. Laporan penggajian non-pertanian dan data penjualan ritel yang dijadwalkan rilis pekan ini dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan The Federal Reserve.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS pada Januari 2026 mencapai 78%. Ekspektasi tersebut tetap menjaga harga emas berada di level tinggi, meski sentimen global mulai berimbang. Dengan kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter, harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.