Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Jatuh Semua

Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam, dan Antam Retro Jatuh Semua Hari Ini

Seorang konsumen membeli emas Logam Mulia di Butik Emas di Galeri 24, Jakarta, Senin (2/6/2025). Harga emas Logam Mulia produksi PT Antam Tbk, kembali terbang pada hari ini. (CNBC Indonesia/Trisusilo)

Harga emas batangan yang dijual di Galeri 24 mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Sabtu, 4 April 2026. Di Jakarta, semua jenis logam mulia termasuk Antam, Galeri 24, UBS, dan Antam Retro tercatat turun, menandai koreksi pasar yang meluas setelah fluktuasi harga beberapa hari terakhir.

Harga emas Galeri 24 turun Rp33.000 per gram

Galeri 24 membanderol harga emas ukuran 1 gram sebesar Rp2.870.000, turun dari Rp2.903.000 per gram pada hari sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan koreksi pasar domestik yang menyesuaikan dengan tren global, sekaligus memengaruhi strategi pembelian investor yang memantau harga emas harian.

Emas Antam juga ambruk ke level Rp2.972.000 per gram

Harga emas Antam ukuran 1 gram turun tajam menjadi Rp2.972.000 dari harga kemarin Rp3.039.000 per gram. Koreksi ini mengikuti pergerakan pasar global dan menegaskan volatilitas logam mulia sebagai instrumen investasi. Investor harus memperhatikan dinamika ini dalam mengambil keputusan jual atau beli.

Harga UBS dan Antam Retro ikut melemah

Selain Galeri 24 dan Antam, emas UBS tercatat turun ke Rp2.885.000 per gram dari Rp2.917.000, sedangkan Antam Retro dijual Rp2.919.000 per gram, turun dari Rp2.951.000 per gram. Penurunan menyeluruh ini menunjukkan tekanan pasar yang konsisten di seluruh jenis logam mulia.

Pasar emas domestik menyesuaikan harga setelah tren kenaikan sebelumnya

Koreksi harga emas hari ini menunjukkan respons pasar domestik terhadap fluktuasi global, sekaligus menandai volatilitas tinggi pada aset logam mulia. Investor dan konsumen dianjurkan memantau harga secara berkala karena perubahan nilai emas dapat memengaruhi strategi investasi jangka pendek dan panjang. Penurunan ini juga memperkuat pentingnya pengelolaan portofolio emas yang adaptif terhadap tren pasar.