Harga Emas Dunia Turun Akibat Ketegangan Geopolitik

Harga Emas Turun Lebih dari 2 Persen pada 2 April
JAKARTA – Harga emas dunia merosot lebih dari 2% pada Kamis (2/4/2026) menjadi sekitar US$ 4.677 per ons, mengakhiri reli empat hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi setelah dolar AS dan harga minyak melonjak akibat pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan rencana serangan lebih intensif terhadap Iran.
Trading Economics menyoroti bahwa pernyataan Trump memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Presiden Trump menyatakan bahwa pasukan AS “hampir mencapai” tujuan militernya di Iran, namun tidak memberikan batas waktu penyelesaian konflik yang sudah berlangsung selama sebulan. Trump menambahkan bahwa serangan keras terhadap Iran akan dilaksanakan dalam dua hingga tiga minggu mendatang.
Selat Hormuz Tetap Dikendalikan Angkatan Laut IRGC
Di sisi lain, Teheran menolak klaim Trump terkait upaya gencatan senjata. Pihak Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC, menambah ketidakpastian pasar. Kondisi ini membuat dolar sebagai aset safe-haven menguat, sehingga menekan harga emas yang dinilai dalam dolar AS. Sejak awal konflik pada 28 Februari, emas telah kehilangan sekitar 13% nilainya.
Traders Union Proyeksikan Harga Emas Pekan Depan
Traders Union memproyeksikan harga emas berada pada kisaran US$ 4.564 hingga US$ 4.814 per ons pekan depan, mencerminkan volatilitas pasar. Analis Viktoras Karapetjanc menilai fundamental makroekonomi dan inflasi tetap kuat, sehingga mendukung posisi beli emas. Ia menekankan bahwa meskipun indikator momentum harian beragam, emas kemungkinan tetap di atas level support US$ 4.564 dan berpotensi menguji resistensi atas jika risiko geopolitik berlanjut.
Karapetjanc menambahkan bahwa ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat di AS dan harga minyak yang tinggi memberikan sentimen positif, menjadikan emas pilihan taktis bagi investor minggu ini. Skenario dasar memperkirakan pergerakan sideways, namun peluang kenaikan harga tetap lebih besar dibandingkan penurunan.
