Harga Emas Tembus US$ 4.900, Target Berikutnya Kian Dekat

Harga Emas Dunia Menembus US$ 4.900 dan Mendekati Target US$ 5.000

Ilustrasi harga emas. (Freepik).

NEW YORK — Harga emas dunia kembali mencatatkan sejarah baru setelah menembus level US$ 4.900 per ons troi pada Kamis, 22 Januari 2026. Lonjakan ini menandai rekor tertinggi sepanjang masa dan mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Pasar mencatat harga emas spot melonjak 1,87% ke posisi US$ 4.921,76 per ons troi. Pada sesi perdagangan yang sama, harga sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$ 4.928,51 per ons troi. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat kontrak Februari ikut menguat 1,87% dan bertengger di level US$ 4.926,94 per ons troi.

Pelemahan Dolar AS Mendorong Minat Investor Global

Penguatan harga emas berlangsung seiring pelemahan dolar Amerika Serikat yang semakin nyata. Indeks dolar tercatat turun sekitar 0,4%, sehingga membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini secara langsung memperkuat permintaan emas di pasar global.

Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar kembali memaksimalkan peran emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih stabil dalam menjaga nilai.

Ketegangan Geopolitik Global Memperkuat Sentimen Safe Haven

Faktor geopolitik turut mempercepat reli harga emas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengamankan akses penuh dan permanen ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Pernyataan ini langsung memicu reaksi pasar meskipun detail kesepakatan belum diungkap secara rinci.

Denmark menegaskan bahwa kedaulatan atas Greenland tidak dapat dinegosiasikan. Namun, perbedaan sikap tersebut justru memperbesar ketidakpastian geopolitik dan memperkuat minat investor terhadap emas sebagai aset perlindungan.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menopang Reli Emas

Selain geopolitik dan nilai tukar, ekspektasi kebijakan moneter juga memainkan peran penting. Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai bahwa reli emas masih ditopang fundamental yang kuat. Ia menegaskan bahwa pelemahan dolar, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta harapan pelonggaran kebijakan The Federal Reserve terus menjadi pendorong utama permintaan emas.

Pasar kini semakin meyakini peluang pemangkasan suku bunga The Fed dalam periode mendatang. Ekspektasi tersebut membuka ruang lanjutan kenaikan harga emas dan membuat target psikologis US$ 5.000 per ons troi kian dekat.