Harga Emas Dunia Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah pada Akhir Januari 2026

Harga emas dunia kembali mencatatkan sejarah baru setelah menembus level tertinggi sepanjang masa. Pada Kamis, 29 Januari 2026, reli emas global menguat tajam seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Kondisi tersebut mendorong investor global memburu aset aman, sekaligus menempatkan emas sebagai instrumen dominan di pasar komoditas internasional.
Berdasarkan data World Gold Council, harga emas dunia hingga pukul 06.44 GMT atau 13.44 WIB tercatat berada di level US$5.583,88 per troy ounce. Harga tersebut mendekati puncak tertinggi setelah sempat menyentuh US$5.591,61 per troy ounce pada perdagangan pagi hari. Lonjakan ini mempertegas tren penguatan emas yang berlangsung agresif sejak awal tahun.
Ketidakpastian Global Mendorong Investor Beralih ke Aset Aman
Tekanan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu utama reli emas. Kekhawatiran terhadap lonjakan utang pemerintah AS dan perlambatan ekonomi membuat investor kehilangan kepercayaan pada instrumen berisiko. Situasi ini mendorong peralihan dana ke emas yang dinilai lebih stabil di tengah ketidakpastian global.
Di saat yang sama, ketegangan geopolitik kembali meningkat, khususnya terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump mengenai negosiasi nuklir Iran memicu respons balasan dari Teheran. Eskalasi ini memperkuat sentimen safe haven dan mendorong harga emas bergerak naik lebih agresif.
Bank Sentral Dunia dan Investor Institusi Memperkuat Permintaan Emas
Reli emas juga dipicu oleh pembelian besar-besaran bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas sebagai strategi perlindungan nilai. Langkah ini mempertegas peran emas sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas cadangan devisa di tengah fragmentasi ekonomi global.
Selain bank sentral, investor institusi dan kelompok investasi baru turut memperkuat permintaan emas. Sejumlah entitas besar, termasuk dari sektor kripto, mulai mengalihkan sebagian portofolionya ke emas fisik. Pergeseran strategi ini memberikan dorongan tambahan terhadap harga emas dunia.
Kebijakan Moneter The Fed dan Momentum Pasar Mempercepat Reli
Federal Reserve mempertahankan suku bunga dengan alasan inflasi belum mencapai target 2 persen. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini meningkatkan kekhawatiran pasar dan mendorong investor mencari aset lindung nilai. Melemahnya dolar AS turut membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Secara tahunan, harga emas telah melonjak sekitar 27 persen sejak Januari 2026, setelah sebelumnya naik 64 persen sepanjang 2025. Momentum kenaikan tersebut menciptakan efek psikologis yang memicu pembelian lanjutan, meski analis tetap mengingatkan potensi koreksi jangka pendek.
