Harga Emas Kian Menjulang Tinggi, Cetak Rekor di Atas US$ 4.750

Harga Emas Dunia Menembus Rekor Baru di Atas US$ 4.750

ilustrasi harga emas Sumber; AP

Harga emas dunia terus melanjutkan reli dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru pada Selasa, 20 Januari 2026. Di New York, harga emas spot menembus level psikologis US$ 4.750 per ons troi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong permintaan aset safe haven. Lonjakan ini menegaskan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.

Investor Meningkatkan Permintaan Safe Haven di Tengah Risiko Global

Reli harga emas menguat ketika investor global meningkatkan perlindungan portofolio dari eskalasi risiko politik dan ekonomi. Ketegangan geopolitik yang membesar membuat pelaku pasar mengalihkan dana dari aset berisiko ke logam mulia. Kondisi tersebut menciptakan arus beli yang kuat dan berkelanjutan pada emas, sehingga harga bergerak ke wilayah tertinggi yang belum pernah tercapai sebelumnya.

Harga Emas Spot dan Berjangka Sama-Sama Melonjak Tajam

Mengutip Reuters, harga emas spot naik sekitar 1,7% menjadi US$ 4.757,97 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor intraday di US$ 4.766,34 per ons troi. Pada saat yang sama, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari melonjak lebih agresif dengan kenaikan 3,69% ke level US$ 4.764,94 per ons troi. Pergerakan serempak di pasar spot dan berjangka mencerminkan sentimen bullish yang solid.

Analis Menilai Risiko Politik Memperpanjang Reli Emas

Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai reli emas semakin kuat karena investor aktif melakukan lindung nilai terhadap risiko politik yang terus meningkat. Ia menyatakan bahwa harga emas telah bergerak jauh ke wilayah yang belum pernah dijelajahi sebelumnya, seiring meningkatnya kekhawatiran global. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor non-ekonomi kini memegang peran besar dalam pembentukan harga emas.

Pelemahan Dolar AS Memperkuat Daya Tarik Logam Mulia

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS turut mempercepat penguatan harga emas. Tekanan terhadap dolar muncul setelah indeks utama Wall Street turun ke level terendah hampir tiga pekan. Pasar saham global tertekan oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait isu penguasaan Greenland, yang meningkatkan ketegangan menjelang pertemuannya dengan para pemimpin bisnis dunia di Davos, Swiss. Penurunan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri dan mendorong permintaan tambahan.

Harga Perak Ikut Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Di tengah lonjakan emas, pasar perak juga mencatatkan kinerja impresif dengan menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan serempak logam mulia ini menegaskan kuatnya sentimen defensif di pasar global dan memperlihatkan meningkatnya minat investor terhadap aset perlindungan nilai di tengah ketidakpastian yang berlarut-larut.