Harga Emas Dunia Melonjak ke US$ 5.000 dan Meruntuhkan Rekor Lama

Harga emas dunia mencatat lonjakan tajam dan menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Kenaikan ini langsung meruntuhkan rekor lama dan menegaskan perubahan besar arah pasar logam mulia global sejak awal tahun. Pasar merespons penguatan tersebut dengan lonjakan volume transaksi karena investor semakin agresif memburu aset aman.
Pada perdagangan pagi hingga pukul 06.54 WIB, harga emas spot bergerak menguat signifikan dan bertahan di atas level US$ 5.000 per troy ons. Pergerakan ini menunjukkan minat beli yang solid di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global. Lonjakan harga emas juga menandai fase baru reli yang semakin sulit dibendung oleh tekanan jangka pendek.
Ketegangan Geopolitik Global Mendorong Permintaan Safe Haven
Lonjakan harga emas terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia. Situasi global yang tidak stabil mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai paling aman untuk menjaga nilai kekayaan. Dalam kondisi tersebut, emas kembali menegaskan perannya sebagai instrumen lindung nilai utama.
Ketidakpastian arah ekonomi global membuat pasar keuangan bergerak lebih volatil. Di tengah fluktuasi tersebut, emas tampil menonjol karena mampu memberikan perlindungan relatif dibandingkan aset berisiko seperti saham dan mata uang. Aliran dana ke pasar emas pun terus menguat seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap risiko eksternal.
Harga Perak Global Ikut Melonjak Mengikuti Tren Emas
Tidak hanya emas, harga perak global juga mencatat penguatan signifikan pada perdagangan yang sama. Harga perak melesat dan bergerak di atas level US$ 100 per troy ons, mencerminkan kuatnya sentimen positif di pasar logam mulia. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset safe haven tidak terbatas pada emas semata.
Penguatan harga perak mempertegas tren bahwa investor semakin aktif melakukan diversifikasi portofolio ke instrumen logam mulia. Permintaan yang meningkat dari pelaku pasar global mendorong harga perak mengikuti reli emas yang lebih dahulu mencetak rekor.
Pasar Menilai Kenaikan Harga Emas sebagai Sinyal Perubahan Besar
Lonjakan harga emas ke level US$ 5.000 dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pasar tengah memasuki fase baru. Investor menilai reli ini bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan refleksi perubahan fundamental pada peta risiko global. Dengan ketegangan geopolitik yang belum mereda, pasar melihat emas masih memiliki ruang untuk mempertahankan tren penguatan.
Awal 2026 pun menjadi momentum penting bagi pasar emas dunia. Rekor demi rekor yang tercipta memperkuat keyakinan bahwa emas tetap relevan sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut.
