Harga Emas Melonjak ke US$ 5.000, Pakar Ungkap 2 Skenario Selanjutnya

Harga Emas Dunia Melonjak ke US$ 5.000 per Ons Troi pada 9 Februari 2026

Seorang pelanggan meletakkan batangan emas di keranjang di sebuah toko emas di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

Harga emas dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, mencapai US$ 5.016,92 per ons troi. Lonjakan ini mencatat kenaikan 1,16% dalam sehari dan mendorong total penguatan emas sepanjang 2026 sebesar 16,29%.

Pakar Dupoin Futures Paparkan Dua Skenario Pergerakan Emas Selanjutnya

Analis Andy Nugraha dari Dupoin Futures menilai pergerakan harga emas masih berada dalam tren bullish. Pola candlestick yang terbentuk, didukung indikator Moving Average, menunjukkan tekanan beli mendominasi meskipun pasar sempat mengalami aksi ambil untung. Andy memaparkan dua skenario utama. Dalam skenario positif, harga emas berpotensi menguji resistance di kisaran US$ 5.086 per ons troi jika momentum bullish berlanjut. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, harga emas dapat melemah menuju support terdekat di sekitar US$ 4.841 per ons troi.

Ketegangan Global Dorong Penguatan Emas di Awal Perdagangan Asia

Penguatan emas juga mendapat dorongan dari faktor fundamental, khususnya ketegangan geopolitik. Insiden militer Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran di sekitar kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab memicu kekhawatiran eskalasi konflik AS–Iran. Meski demikian, kedua negara tetap membuka jalur diplomasi melalui perundingan di Oman, yang menahan lonjakan harga lebih ekstrem.

Dolar AS Menjadi Faktor Penekan Laju Kenaikan Emas

Meski harga emas melonjak, laju kenaikannya masih tertekan oleh penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS tercatat naik ke level 97,67, menjadi tantangan utama bagi emas yang dihargai dalam dolar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal dan geopolitik, tetapi juga dinamika mata uang global.

Investor Disarankan Pantau Tren Bullish dan Koreksi Potensial

Calon investor disarankan memantau pergerakan harga emas secara cermat dan memahami kedua skenario yang mungkin terjadi. Pemahaman terhadap tren bullish dan potensi koreksi menjadi penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah volatilitas pasar global.