Harga Emas Dunia Melonjak dan Investor Siap Masuki Babak Baru

Emas Membuka Tahun 2026 dengan Kenaikan Signifikan
JAKARTA – Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan sejak awal Januari 2026. Dalam beberapa minggu pertama tahun ini, emas telah naik US$ 256, atau sekitar 5,6% dalam dua minggu terakhir. Lonjakan ini mendorong optimisme para analis yang menilai reli emas kemungkinan akan berlanjut meskipun pasar mengalami fase konsolidasi sementara.
Analis Global Menilai Emas Masih Konsolidasi Klasik
Neil Welsh, Kepala Logam di Britannia Global Markets, menyatakan bahwa harga emas yang bertahan di sekitar US$ 4.600 menunjukkan konsolidasi klasik setelah periode kenaikan sepanjang tahun sebelumnya. Welsh menambahkan, konsolidasi saat ini wajar karena data ekonomi AS tidak memaksa Federal Reserve untuk mengubah kebijakan moneternya. Pasar menilai kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada kuartal pertama 2026 relatif kecil.
Investor Masih Tertarik pada Emas Sebagai Aset Aman
Lukman Otunuga, analis senior di FXTM, menegaskan bahwa periode konsolidasi tidak mengubah tren positif pasar emas secara keseluruhan. Ia menilai fundamental tetap mendukung harga emas, termasuk kekhawatiran terkait independensi The Fed, drama tarif perdagangan, dan pembelian stabil oleh bank sentral. Dari sisi teknikal, pelemahan di bawah US$ 4.570 dapat memicu aksi jual menuju US$ 4.500–4.450 sebelum pembeli kembali masuk. Sebaliknya, tembusan di atas US$ 4.645 berpotensi mendorong emas ke level US$ 4.700.
Harga Spot Emas Turun Sementara, Namun Tren Tetap Menguat
Harga emas spot terakhir ditutup di level US$ 4.595,03 per troy ons atau turun 0,43%. Meski demikian, analis meyakini bahwa tren kenaikan jangka menengah hingga panjang masih kuat. Investor disarankan memantau pergerakan harga harian untuk menentukan strategi jual beli yang optimal, terutama menjelang momentum kenaikan berikutnya.
