Harga Emas Digital Turun pada 10 Februari 2026 Seiring Tekanan Global

JAKARTA – Harga emas digital pada Selasa, 10 Februari 2026, bergerak cenderung melemah mengikuti dinamika harga emas global dan pergerakan nilai tukar rupiah. Penurunan ini terjadi setelah pasar logam mulia berfluktuasi dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan harga emas dunia serta perubahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memengaruhi banderol emas digital di berbagai platform. Ketika harga global terkoreksi dan rupiah bergerak dinamis, harga emas digital dalam negeri ikut menyesuaikan.
Minat Investor Ritel Dorong Pertumbuhan Transaksi Emas Digital
Di tengah fluktuasi harga, minat masyarakat terhadap emas digital terus meningkat. Investor ritel memanfaatkan kemudahan akses online untuk membeli emas mulai dari nominal kecil. Model transaksi yang fleksibel membuat emas digital semakin diminati sebagai instrumen investasi bertahap.
Selain itu, sistem penyimpanan dan pencatatan berbasis digital memberi rasa aman bagi pengguna. Karena itu, meskipun harga sedang terkoreksi, permintaan tetap terjaga seiring meningkatnya literasi investasi masyarakat.
Platform Lakuemas dan IndoGold Perbarui Harga Jual Beli
Sejumlah penyedia layanan memperbarui harga pada perdagangan hari ini. PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas) menetapkan harga beli sebesar Rp 2.792.000 per gram atau naik Rp 8.000. Sementara harga jual tercatat Rp 2.716.000 per gram, juga meningkat Rp 8.000.
Platform lain seperti IndoGold, Treasury, dan ShariaCoin turut menyesuaikan harga sesuai pergerakan pasar terkini.
Dengan kondisi ini, investor disarankan mencermati tren global dan nilai tukar sebelum melakukan transaksi. Perubahan harga yang cepat menuntut pelaku pasar untuk memantau pembaruan dari masing-masing platform agar dapat menentukan waktu beli atau jual secara optimal.
