Harga Emas dan Perak Terkoreksi Usai Data Tenaga Kerja AS Solid

Harga Emas dan Perak Melemah Setelah Data Tenaga Kerja AS Dorong Dolar Menguat

Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA – Harga emas dan perak terkoreksi pada perdagangan Kamis (12/2/2026) setelah dolar Amerika Serikat menguat menyusul rilis data ketenagakerjaan Januari yang melampaui perkiraan. Penguatan mata uang AS itu langsung menekan harga logam mulia di pasar global.

Harga emas spot turun 0,33% ke level US$ 5.068 per ons troi, setelah sehari sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1%. Emas berjangka AS pengiriman April juga melemah 0,19% ke posisi US$ 5.087,89 per ons troi. Koreksi ini terjadi ketika pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Data Ketenagakerjaan AS Redam Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Tekanan lebih tajam terjadi pada perak. Harga perak spot anjlok 1,1% ke US$ 83,38 per ons troi, padahal pada sesi sebelumnya sempat melesat sekitar 4%. Logam mulia lainnya ikut bergerak turun, dengan platinum terkoreksi 0,16% ke US$ 2.133,35 per ons dan paladium merosot 0,19% ke US$ 1.720,92 per ons.

Penguatan dolar menjadi faktor utama yang menekan harga emas dan perak. Indeks dolar AS memperpanjang reli setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan kondisi ekonomi yang tetap solid. Ketika dolar menguat, harga logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung melemah.

Data resmi menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat secara tak terduga pada Januari, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Stabilitas pasar tenaga kerja ini memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama sambil terus memantau inflasi.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai lonjakan data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil. Revisi data memperlihatkan bahwa sepanjang 2025, ekonomi AS hanya menambah 181.000 lapangan kerja, jauh lebih rendah dibandingkan estimasi awal sebesar 584.000. Perbedaan ini memunculkan perdebatan mengenai kekuatan fundamental pasar tenaga kerja.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar kini menanti sinyal lanjutan dari bank sentral AS. Arah kebijakan suku bunga akan tetap menjadi penentu utama pergerakan harga emas dan perak dalam jangka pendek.