Harga Emas Antam Mencetak Rekor Baru di Atas Rp 3,16 Juta per Gram

Harga emas Antam kembali mencatatkan rekor tertinggi setelah menembus level psikologis Rp 3 juta per gram. Pada Kamis, 29 Januari 2026, harga emas Antam 24 karat melonjak tajam sebesar Rp 165 ribu dan diperdagangkan di level Rp 3.168.000 per gram. Lonjakan ini memperpanjang tren penguatan yang sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.
Penguatan harga emas terlihat konsisten sejak Rabu, 28 Januari 2026. Pada pagi hari, harga emas naik Rp 52 ribu ke posisi Rp 2.968.000 per gram. Kenaikan tersebut berlanjut pada sore hari sekitar pukul 16.27 WIB, ketika harga kembali terdongkrak Rp 35 ribu hingga menembus Rp 3.003.000 per gram.
Antam Melanjutkan Tren Kenaikan Harga Emas Sejak Pertengahan Pekan
Data dari laman resmi Logam Mulia Antam menunjukkan bahwa seluruh pecahan emas mengalami penyesuaian harga seiring lonjakan tersebut. Emas ukuran terkecil 0,5 gram dipasarkan dengan harga Rp 1.634.000. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual Rp 31.175.000, dan emas ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp 3.108.600.000.
Pergerakan harga emas Antam dalam sepekan terakhir berada di rentang Rp 2.737.000 hingga Rp 3.168.000 per gram. Dalam periode satu bulan terakhir, fluktuasi harga tercatat lebih lebar, yakni dari Rp 2.488.000 hingga Rp 3.168.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar emas domestik.
Kenaikan Harga Jual Mendorong Penyesuaian Nilai Buyback Emas
Selain harga jual, nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Pada Kamis ini, harga buyback naik Rp 135 ribu menjadi Rp 2.989.000 per gram. Nilai buyback tersebut menjadi acuan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali emasnya ke Antam.
Ketentuan perpajakan tetap berlaku dalam transaksi buyback. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, transaksi penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi yang diterima penjual.
Lonjakan harga emas Antam ini mempertegas peran emas sebagai instrumen investasi yang banyak diburu di tengah dinamika ekonomi dan keuangan yang terus bergerak.
