Sejarah Baru! Harga Emas Antam Hari Ini Menembus Rp 2,7 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Pecahkan Rekor Rp 2,7 Juta per Gram

Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu gallery penjualan emas di Jakarta, Selasa (16/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini, Senin (19/1/2026). Data resmi dari situs logammulia.com pukul 08.50 WIB mencatat, harga emas Antam satu gram mencapai Rp2.703.000, melonjak Rp40.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini menempatkan emas Antam pada level tertinggi sepanjang sejarah di atas Rp2,7 juta per gram.

Harga Buyback Emas Antam Turut Menguat

Selain harga jual, harga buyback emas Antam ikut naik signifikan. Pada hari ini, Pegadaian menetapkan harga pembelian kembali emas Antam di level Rp2.545.000 per gram, meningkat Rp36.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan harga buyback ini memperkuat tren positif di pasar emas lokal dan mencerminkan minat investor yang tetap tinggi.

Emas Antam Menjadi Primadona di Pasar Investasi

Kenaikan harga emas Antam bukan hanya menunjukkan tren positif harian, tetapi juga menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor dan kolektor logam mulia terus mengincar emas Antam karena likuiditasnya tinggi dan statusnya sebagai penyimpan nilai yang terpercaya di Indonesia.

Dampak Kenaikan Harga Emas terhadap Pasar

Lonjakan harga emas Antam memicu optimisme di kalangan investor ritel maupun institusi. Kenaikan ini juga mendorong perdagangan emas batangan di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta tetap aktif. Para analis menilai, tren penguatan emas kemungkinan berlanjut seiring permintaan yang stabil dan minat pembelian yang kuat dari masyarakat.

Emas Tetap Menarik untuk Investor

Rekor baru harga emas Antam menegaskan bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama untuk diversifikasi portofolio dan perlindungan kekayaan. Investor dianjurkan memantau pergerakan harga secara rutin, namun tetap mempertahankan strategi investasi jangka panjang untuk memaksimalkan keamanan aset.