Harga Emas Antam Melemah, Ahli Prediksi Kenaikan di Minggu Depan

Harga Emas Antam Turun Tipis Sepanjang Pekan Terakhir
Jakarta – Harga emas Antam mencatatkan penurunan tipis dalam sepekan terakhir, dengan nilai terkini berada di bawah Rp 3 juta per gram. Data resmi dari situs Logam Mulia Antam menunjukkan bahwa harga emas pada Senin, 23 Maret 2026, tercatat Rp 2.843.000 per gram dan tetap stagnan hingga Selasa, 24 Maret. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pasar yang moderat di tengah volatilitas global.
Emas Naik dan Turun di Tengah Pergerakan Pekan Ini
Pada pertengahan pekan, harga emas sempat naik tipis pada Rabu, 25 Maret, mencapai Rp 2.850.000 per gram dan bertahan hingga Kamis, 26 Maret. Namun, kenaikan singkat ini diikuti penurunan tajam pada Jumat, 27 Maret, menjadi Rp 2.810.000 per gram. Pelemahan sebesar Rp 40.000 dari hari sebelumnya menandakan sentimen investor yang berhati-hati menjelang akhir pekan.
Ahli Prediksi Harga Emas Akan Menguat Meski Turun Sementara
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan harga emas saat ini bersifat sementara. Menurutnya, harga emas berpotensi naik dalam beberapa waktu ke depan, meski kemungkinan belum mencapai level Rp 3.000.000 per gram. Ibrahim memperkirakan harga maksimal bisa mencapai Rp 2.920.000 per gram, sementara kenaikan minimal berada di level Rp 2.855.000 per gram.
Faktor Global dan Bank Sentral Dorong Potensi Kenaikan Emas
Ibrahim menjelaskan bahwa bank sentral di banyak negara melakukan pembelian besar-besaran untuk cadangan emas. Kondisi ini membuat pelemahan harga justru menjadi peluang untuk menambah cadangan logam mulia dengan harga relatif murah. Selain itu, konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur memberikan ketidakpastian yang memicu investor mempertahankan atau menambah aset emas sebagai lindung nilai.
Investor Disarankan Tidak Khawatir Meski Harga Turun
Ibrahim menekankan bahwa masyarakat yang berinvestasi emas tidak perlu khawatir terhadap penurunan harga sementara. Ia meyakini harga emas masih memiliki potensi untuk meroket kembali, bahkan menargetkan Rp 4.000.000 per gram dalam jangka panjang. Tren ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi aset strategis yang aman untuk investasi di tengah ketidakpastian global.
