Harga Emas Antam (ANTM) Melejit Tinggi Rp 61.000

Harga Emas Antam Melesat Rp 61.000 dalam Sepekan

Emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)

Investor Catat Lonjakan Harga Emas Antam Selama 12-17 Januari 2026

JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak signifikan dalam sepekan terakhir, naik Rp 61.000 ke level Rp 2.663.000 per gram pada periode 12–17 Januari 2026. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan bahwa harga emas Antam memulai pekan dengan kenaikan Rp 29.000 menjadi Rp 2.631.000 per gram pada Senin (12/1), sekaligus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di awal 2026.

Emas Antam Terus Menembus Rekor Tertinggi Hingga Rabu

Selasa (13/1), harga emas Antam kembali naik drastis Rp 21.000 menjadi Rp 2.652.000 per gram, mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan berlanjut pada Rabu (14/1), ketika harga menanjak Rp 13.000 menjadi Rp 2.665.000 per gram, menandai rekor tertinggi ketiga berturut-turut. Tren kenaikan ini menunjukkan permintaan kuat dan sentimen positif investor terhadap logam mulia.

Harga Emas Antam Stabil Meski Mengalami Penurunan Akhir Pekan

Pada Kamis (15/1), harga emas Antam kembali naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.675.000 per gram, memperkuat tren bullish di pasar emas. Namun, Jumat (16/1) harga sedikit terkoreksi Rp 6.000 ke level Rp 2.669.000 per gram, diikuti Sabtu (17/1) dengan penurunan serupa Rp 6.000 menjadi Rp 2.663.000 per gram. Buyback emas Antam juga turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.509.000 per gram, mencerminkan penyesuaian nilai pasar terhadap fluktuasi mingguan.

Pemerintah Kenakan Pajak Sesuai PMK pada Transaksi Emas Antam

Setiap transaksi jual emas Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22, sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. PPh 22 ini langsung dipotong dari total nilai buyback, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Regulasi ini memastikan kepatuhan pajak dan menambah transparansi dalam transaksi emas batangan.

Investor Tetap Optimis Terhadap Pergerakan Harga Emas

Lonjakan harga emas Antam selama pekan ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi yang diminati investor ritel maupun institusi. Tren kenaikan dan rekornya yang berturut-turut menegaskan peran emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global dan domestik. Investor diimbau untuk memantau pergerakan harga harian dan memanfaatkan momen untuk membeli atau menjual sesuai strategi investasi.