Harga Emas Antam Melonjak Rp22.000 dan Menegaskan Tren Kenaikan Harian

Kenaikan Harga Antam Mencerminkan Penguatan Pasar Emas Global
Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali melonjak pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Kenaikan ini menegaskan tren positif harga emas domestik yang terus mengikuti pergerakan pasar global.
Berdasarkan data resmi situs logammulia.com pada pukul 08.50 WIB, butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta menetapkan harga emas Antam ukuran 1 gram sebesar Rp2.453.000 per batang. Harga tersebut melonjak Rp22.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya, sehingga memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai yang diminati investor.
Seiring dengan kenaikan harga jual, Antam juga menaikkan harga buyback emas. Pada hari yang sama, harga pembelian kembali emas Antam mencapai Rp2.313.000 per gram. Angka ini juga naik Rp22.000, mencerminkan tingginya permintaan serta sentimen positif di pasar emas nasional.
Lonjakan Harga Antam Mengikuti Reli Emas Dunia
Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan tren penguatan emas global. Pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025, harga emas dunia melonjak 1,30% dan ditutup di level US$4.283,00 per troy ons. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif emas yang telah menguat sekitar 1,5% dalam tiga hari berturut-turut.
Selain itu, harga penutupan emas dunia tersebut menjadi yang tertinggi sejak 20 Oktober 2025 atau lebih dari satu bulan terakhir. Kondisi ini memberikan dorongan kuat bagi harga emas domestik, termasuk emas Antam, yang secara historis bergerak mengikuti dinamika pasar internasional.
Investor Memanfaatkan Momentum Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas Antam menciptakan momentum baru bagi investor yang memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah dan panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi pilihan utama karena stabilitas nilainya.
Dengan tren harga yang masih kuat, pelaku pasar terus mencermati pergerakan emas global sebagai acuan utama. Selama sentimen positif bertahan, harga emas Antam berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya.
