Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 17 Januari 2026: Terpangkas Lagi

Harga Emas Antam Turun Rp 6.000, Investor Perlu Pantau Pergerakan

Petugas menunjukkan logam mulia, salah satu booth saat pameran di Tangerang, Banten. Investor Daily/David Gita Roza

Antam Pangkas Harga Emas Batangan ke Level Rp 2.663.000 per Gram

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menurunkan harga emas batangan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebesar Rp 6.000 sehingga mencapai Rp 2.663.000 per gram. Penurunan ini mengikuti koreksi harga sebelumnya yang sempat naik Rp 10.000 ke level Rp 2.675.000 per gram pada Kamis, 15 Januari 2026, menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah harga emas Antam.

Buyback Emas Antam Juga Turun, Investor Diminta Perhatikan Pajak

Selain harga jual, harga buyback emas Antam pada Sabtu juga turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.509.000 per gram. Transaksi jual kembali di atas Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak dipotong langsung dari total nilai buyback, sehingga investor perlu memperhitungkan biaya ini saat melakukan transaksi.

Fluktuasi Harga Mendorong Investor Lebih Selektif

Pergerakan harga emas Antam yang turun setelah rekor tertinggi memicu perhatian investor untuk lebih selektif dalam membeli maupun menjual. Lonjakan harga sebelumnya mendorong beberapa investor mengambil keuntungan, sementara koreksi kini memberikan kesempatan bagi pembeli baru untuk masuk ke pasar logam mulia.

Investor Disarankan Pantau Harga dan Tren Pasar

Para pakar menekankan pentingnya memantau harga emas secara rutin karena pasar logam mulia cenderung bergerak dinamis. Faktor global dan kebijakan moneter, termasuk tingkat suku bunga dan cadangan bank sentral, tetap menjadi indikator utama yang memengaruhi harga emas Antam. Investor disarankan menyesuaikan strategi investasi sesuai perubahan pasar agar tetap menguntungkan.

Antam Pertahankan Posisi Strategis di Pasar Logam Mulia

Dengan penyesuaian harga ini, Antam mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar logam mulia Indonesia. Langkah ini mencerminkan respons cepat terhadap dinamika pasar sekaligus memberi sinyal kepada investor bahwa pergerakan harga tetap memerlukan perhatian serius.