Harga Emas Antam Hari ini Melonjak Rp 75.000, Tembus Rp 2,9 Juta Lagi

Harga Emas Antam Melonjak Rp75.000 dan Menembus Rp2,9 Juta pada 1 April 2026

Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Di Jakarta, berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com pukul 08.45 WIB, harga emas 1 gram mencapai Rp2.902.000 per batang.

Kenaikan sebesar Rp75.000 ini mendorong harga emas kembali menembus level psikologis Rp2,9 juta per gram. Lonjakan tersebut sekaligus mempertegas tren penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar yang memantau momentum kenaikan sebagai peluang investasi.

Harga emas Antam melanjutkan tren kenaikan setelah penguatan sehari sebelumnya

Kenaikan tajam pada hari ini terjadi setelah harga emas Antam juga naik pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Saat itu, harga emas meningkat Rp20.000 dan berada di level Rp2.827.000 per gram.

Dengan demikian, harga emas mencatat kenaikan beruntun dalam dua hari terakhir. Tren ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas tetap kuat di tengah dinamika pasar global.

Selain itu, kenaikan bertahap ini memperkuat sinyal bahwa emas kembali memasuki fase bullish jangka pendek.

Harga buyback emas Antam ikut melonjak dan mendukung minat jual investor

Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami lonjakan signifikan. Pada hari ini, harga buyback berada di level Rp2.587.000 per gram atau naik Rp110.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini memberikan peluang bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya dengan harga lebih tinggi. Selain itu, penguatan pada sisi buyback menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap emas tetap solid.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas transaksi emas diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat.

Harga emas global melonjak dan mendorong penguatan di pasar domestik

Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan lonjakan harga emas di pasar global. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia pada Selasa, 31 Maret 2026 ditutup di level US$4.681,27 per troy ons atau naik 3,53 persen.

Penguatan ini membawa harga emas ke level tertinggi sejak 18 Maret 2026. Selain itu, kenaikan tersebut memperpanjang reli emas dengan total penguatan mencapai 6,6 persen dalam tiga hari berturut-turut.

Tren ini memberikan dorongan kuat bagi harga emas domestik untuk ikut bergerak naik.

Harga emas tetap menguat di awal April meski sempat tertekan secara bulanan

Memasuki perdagangan Rabu, 1 April 2026, harga emas global masih menunjukkan kenaikan dengan tambahan 0,26 persen. Meskipun demikian, secara bulanan harga emas sempat mengalami penurunan tajam sepanjang Maret 2026 sebesar 11,52 persen.

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak Oktober 2008. Namun, pemulihan yang terjadi pada awal April menunjukkan bahwa pasar mulai bangkit dari tekanan tersebut.

Dengan kombinasi faktor global dan domestik, harga emas diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam waktu dekat.