Usai Reli Tajam, Harga Emas Hari Ini Sabtu, 31 Januari 2026 Terkoreksi, Simak Pemicu Utamanya

Harga Emas Global Terkoreksi pada Sabtu 31 Januari 2026 Usai Reli Tajam

Harga Emas Hari Ini 31 analisa harga emas, harga emas antam hari ini, harga emas digital hari ini, harga emas treasury hari ini, prediksi harga emas

Harga emas dunia terkoreksi pada Sabtu, 31 Januari 2026, setelah mencatat reli tajam dan rekor baru di awal pekan. Pergerakan harga yang sangat volatil mencerminkan perubahan sentimen jangka pendek, ketika pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan setelah lonjakan agresif. Dari penutupan Jumat, 23 Januari di USD4.982,57 per troy ons hingga penutupan Jumat, 30 Januari di USD4.864,35 per troy ons, harga emas turun sekitar 2,37 persen.

Memasuki awal pekan, pasar masih mendorong harga emas menguat. Pada Senin, harga naik ke USD5.014,29 per troy ons dan melanjutkan penguatan tajam pada Selasa hingga mencapai USD5.189,89 per troy ons. Sentimen bullish mendominasi perdagangan, seiring meningkatnya permintaan lindung nilai dan ekspektasi positif investor terhadap prospek emas.

Reli Kuat Mengantar Harga Emas ke Rekor Baru

Momentum penguatan berlanjut pada Rabu ketika harga emas menembus USD5.399,29 per troy ons. Level ini menjadi puncak tertinggi sepanjang periode perdagangan pekan tersebut. Lonjakan ini menegaskan derasnya arus beli di tengah kekhawatiran global dan meningkatnya minat terhadap aset aman.

Namun, tekanan mulai muncul pada Kamis. Harga emas terkoreksi tipis ke USD5.394,88 per troy ons, menandai awal perubahan arah setelah reli ekstrem dalam beberapa sesi sebelumnya. Pasar mulai menunjukkan kehati-hatian, seiring meningkatnya potensi aksi ambil untung.

Tekanan Jual Menekan Harga Menjelang Akhir Pekan

Tekanan jual semakin kuat menjelang akhir pekan. Pada Jumat, 30 Januari, harga emas turun signifikan ke USD4.864,35 per troy ons. Koreksi ini mencerminkan pergeseran sentimen jangka pendek, di mana investor memilih mengamankan keuntungan setelah lonjakan tajam sejak awal pekan.

Secara keseluruhan, pergerakan pekanan menunjukkan fase reli kuat yang diikuti koreksi tajam. Meskipun sempat mencetak rekor di atas USD5.300 per troy ons, harga emas akhirnya ditutup lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya, menegaskan tingginya volatilitas pasar.

Faktor Global Menggerakkan Naik Turunnya Harga Emas

Ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama fluktuasi harga emas sepanjang pekan. Pengerahan armada militer Amerika Serikat ke Timur Tengah, ancaman tarif baru, serta memanasnya kembali isu nuklir Iran meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong permintaan emas sebagai aset aman.

Dari Amerika Serikat, dinamika politik dan sorotan terhadap independensi The Fed ikut memengaruhi sentimen pasar. Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga di tengah inflasi tinggi menjaga kewaspadaan investor. Pelemahan dolar AS, pembelian emas oleh bank sentral, serta peningkatan kepemilikan ETF berbasis emas turut menopang minat investasi, meskipun aksi ambil untung memicu koreksi jangka pendek.