Harga Emas Sabtu 13 Desember 2025 Naik Tipis dan Menutup Pekan dengan Tren Positif

Pergerakan Mingguan Mendorong Harga Emas Bertahan di Jalur Penguatan
Harga emas dunia menutup perdagangan pekan ini dengan kecenderungan menguat meski sempat mengalami fluktuasi harian. Hingga penutupan Jumat, 12 Desember 2025, harga emas tercatat di level USD4.302,13 per troy ons, naik sekitar 2,51% dibandingkan posisi pekan sebelumnya di USD4.196,69 per troy ons. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Perdagangan awal pekan sempat dibuka dengan tekanan ringan. Pada Senin, harga emas turun ke USD4.188,59 per troy ons akibat aksi penyesuaian posisi investor setelah reli sebelumnya. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pelaku pasar mulai merespons perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.
Pada Selasa dan Rabu, harga emas kembali menguat hingga mencapai USD4.227,99 per troy ons. Penguatan ini dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Momentum bullish semakin kuat pada Kamis ketika harga emas melonjak ke USD4.283,00 per troy ons seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.
Menjelang akhir pekan, harga emas kembali mencatat kenaikan dan menutup perdagangan di level tertinggi pekan ini. Konsistensi penguatan tersebut menegaskan dominasi sentimen positif dalam jangka pendek dan membuka peluang kelanjutan tren jika dukungan fundamental tetap terjaga.
Ekspektasi Suku Bunga Menjadi Penggerak Utama Harga Emas Pekan Ini
Sepanjang pekan, pergerakan harga emas dipengaruhi kuat oleh ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor mencermati arah suku bunga The Fed, pergerakan dolar, serta imbal hasil obligasi. Pernyataan bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral meningkatkan keyakinan pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga lanjutan.
Dukungan tambahan datang dari data inflasi yang menunjukkan perlambatan serta indikasi melemahnya pasar tenaga kerja. Kombinasi faktor tersebut menekan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Meski aksi ambil untung sempat membatasi kenaikan agresif, tren emas tetap terjaga positif hingga akhir pekan.
