Harga Emas Kamis 11 Desember 2025 Menguat Dua Hari Usai Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Keputusan The Fed Mendorong Harga Emas Global Bertahan Kuat
Harga emas dunia melanjutkan tren positif pada Kamis, 11 Desember 2025, setelah bank sentral Amerika Serikat memangkas suku bunga acuannya. Pada pagi hari, harga emas global tercatat terkoreksi tipis 0,01% ke level USD4.227,56 per troy ons. Meski melemah tipis secara intraday, emas tetap berada di jalur penguatan dua hari beruntun.
Sehari sebelumnya, Rabu, 10 Desember 2025, harga emas dunia naik 0,44% ke USD4.227,99 per troy ons. Penguatan tersebut muncul sebagai respons langsung atas keputusan The Fed yang menurunkan suku bunga, meski disertai perbedaan pandangan di internal komite kebijakan. Pasar menilai langkah tersebut sebagai sinyal kehati-hatian bank sentral dalam menghadapi ketidakpastian inflasi dan pasar tenaga kerja.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan moneter saat ini cukup fleksibel untuk menyesuaikan kondisi ekonomi. Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai waktu pemangkasan suku bunga berikutnya. Sepanjang 2024, The Fed telah menurunkan suku bunga total 100 basis poin, lalu kembali memangkas suku bunga pada September dan Oktober 2025 setelah sempat menahan kebijakan selama beberapa bulan.
Pasar Domestik Mengerek Harga Emas Antam dan Emas Digital
Penguatan harga emas global mendorong kenaikan harga emas di dalam negeri. Pada Kamis, 11 Desember 2025, harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.431.000 per gram setelah sehari sebelumnya menguat Rp13.000. Kenaikan ini menegaskan minat beli emas fisik tetap solid di tengah sentimen global yang positif.
Harga buyback emas Antam juga ikut naik ke level Rp2.291.000 per gram. Pergerakan sejalan antara harga beli dan buyback mencerminkan stabilitas pasar emas domestik. Selain emas fisik, emas digital juga mencatat penguatan dengan harga emas di aplikasi Treasury mencapai Rp2.375.716 per gram pada pagi hari, meski sempat terkoreksi tipis akibat aksi ambil untung.
Indikator Teknikal Menjaga Prospek Emas Tetap Bullish
Dari sisi teknikal, tren emas masih berada di zona bullish. Indikator RSI berada di level 77 yang menandakan momentum kuat sekaligus kondisi overbought. Sementara itu, Stochastic RSI di level 26 menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek yang berpotensi memicu konsolidasi.
Ke depan, arah harga emas masih sangat dipengaruhi dinamika kebijakan The Fed dan rotasi hak suara di internal bank sentral pada 2026. Dengan ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai utama.
