Emas Bikin Rusia Panen Cuan

Lonjakan Harga Emas Membuat Rusia Mengantongi Keuntungan Besar

Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/Shutterstock/aa)

JAKARTA – Lonjakan harga emas dunia sejak pecahnya konflik Ukraina membuat Rusia mengantongi keuntungan signifikan dari kepemilikan emas bank sentralnya. Kenaikan tajam nilai logam mulia tersebut membantu Rusia menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan sanksi internasional yang membatasi akses negara itu terhadap aset keuangan global.

Data yang dikutip dari Mining pada Rabu, 21 Januari 2026, menunjukkan nilai kepemilikan emas Bank Sentral Rusia meningkat lebih dari US$216 miliar sejak Februari 2022. Perhitungan yang dihimpun Bloomberg menegaskan bahwa kenaikan nilai emas menjadi penopang utama cadangan Rusia, meskipun sebagian aset negara tersebut dibekukan di luar negeri.

Kenaikan Nilai Emas Menopang Daya Tahan Keuangan Rusia

Kenaikan nilai emas terjadi di tengah pembekuan aset Rusia senilai sekitar 210 miliar euro oleh negara-negara Uni Eropa. Kondisi tersebut sempat menekan ruang fiskal Rusia, namun apresiasi harga emas secara bertahap mengembalikan sebagian besar kapasitas keuangan negara itu, meski belum sepenuhnya menutup nilai aset yang dibekukan.

Bank Sentral Rusia melaporkan total cadangan devisa internasional mencapai US$755 miliar pada akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar US$326,5 miliar tersimpan dalam bentuk emas. Porsi emas yang besar ini menunjukkan pergeseran strategi cadangan Rusia yang semakin mengandalkan logam mulia sebagai aset utama.

Porsi Emas Dalam Cadangan Rusia Terus Meningkat

Sejak Februari 2022 hingga Desember 2025, nilai cadangan emas Rusia meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada periode yang sama, cadangan yang disimpan dalam aset dan mata uang asing justru turun sekitar 14 persen. Perubahan komposisi ini membuat emas kini menyumbang sekitar 43 persen dari total cadangan Rusia, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 21 persen sebelum konflik Ukraina pecah.

Pada akhir 2025, Bank Sentral Rusia mulai menjual sebagian kecil emas batangan sekitar 0,2 juta troy ons. Langkah tersebut berkaitan dengan penjualan aset oleh Kementerian Keuangan Rusia untuk membantu membiayai defisit anggaran negara.

Sanksi Barat Membatasi Akses Rusia ke Pasar Emas Global

Rusia yang berstatus sebagai produsen emas terbesar kedua di dunia menambang lebih dari 300 ton emas setiap tahun. Namun sejak 2022, emas batangan Rusia dilarang masuk ke pasar Barat dan tidak lagi diterima oleh London Bullion Market Association. Larangan ini secara efektif menutup akses Rusia ke pusat perdagangan emas terbesar dunia.

Kondisi tersebut menyulitkan potensi penjualan emas dalam skala besar, termasuk ke pasar Asia. Bank sentral Rusia harus bersaing dengan emas baru hasil tambang domestik yang juga terkena sanksi dan tidak dapat dipasarkan secara bebas ke luar negeri.