“Gold Finger”, Investor Legendaris Asia Ini Parkir 25% Harta di Emas

Investor Legendaris Asia Cheah Cheng Hye Alihkan 25% Kekayaannya ke Emas

emas

Jakarta – Cheah Cheng Hye, investor legendaris asal Asia dan pendiri Value Partners Group Ltd., mengejutkan pasar dengan memindahkan 25% dari total kekayaannya ke emas fisik dan instrumen terkait logam mulia pada awal Januari 2026. Keputusan ini muncul ketika harga emas dunia menembus level psikologis US$4.600 per troy ons, memicu perhatian luas di kalangan manajer investasi global.

Cheah Menyebut Emas Sebagai “Polis Asuransi” di Tengah Ketidakpastian

Cheah menegaskan bahwa alokasi besar ini bukan untuk spekulasi jangka pendek, melainkan sebagai perlindungan nilai. Ia menyoroti risiko debasement mata uang akibat pencetakan uang bank sentral, ketegangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, serta keterbatasan pasokan emas yang membuat logam kuning ini menjadi aset tanpa risiko pihak lawan (counterparty risk).

Cheah Fokus Lindungi Kekayaan Keluarga Lewat Cheah Capital

Setelah pensiun sebagai Co-Chairman Value Partners pada Januari 2025, Cheah kini memfokuskan strateginya untuk mengamankan kekayaan keluarga melalui Cheah Capital. Ia dikenal sebagai contrarian, berani masuk ke pasar saham China saat banyak investor enggan. Kini, naluri contrarian itu menuntunnya berburu emas di harga tinggi sebagai langkah defensif menghadapi kemungkinan koreksi pasar saham global.

Emas Mencatatkan Tren Positif di Pasar Global

Langkah Cheah sejalan dengan tren institusional. Bank sentral, dana pensiun, dan family office besar terus menambah kepemilikan emas, mendorong harga logam kuning naik. Kenaikan ini tidak hanya dipicu permintaan perhiasan, melainkan oleh akumulasi investasi institusi yang menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama.

Pesan untuk Investor Indonesia

Keputusan Cheah memberi validasi kuat bagi investor emas di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memiliki porsi portofolio yang tahan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi, bukan sekadar mengejar kenaikan harga. Alokasi 25% ke emas menegaskan prioritas perlindungan nilai atas pertumbuhan agresif, sekaligus memberi sinyal potensi gelombang pembelian emas lebih besar di kuartal mendatang.