Harga Buyback Emas Antam Tembus Rekor ATH Baru Senin (22/12)

Harga Buyback Emas Antam Memecahkan Rekor Tertinggi Baru

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Buyback Emas Antam Capai Rp2.361.000 per Gram

JAKARTA — Harga buyback emas Antam mencapai rekor tertinggi baru Rp2.361.000 per gram pada Senin, 22 Desember 2025. Kenaikan ini terjadi setelah harga buyback sebelumnya menyentuh Rp2.350.000 pada Sabtu, 20 Desember 2025. Transaksi buyback memungkinkan pemilik emas menjual kembali logam mulia, batangan, atau perhiasan kepada Antam dengan harga yang umumnya lebih rendah dibanding harga jual, namun tetap memberikan peluang keuntungan bila selisih harga signifikan.

Pemerintah Tetapkan Pajak PPh 22 atas Buyback Emas

Sesuai PMK No 34/PMK.10/2017, transaksi buyback emas batangan senilai lebih dari Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari nilai buyback, sehingga investor menerima dana bersih setelah potongan pajak. Mekanisme ini berlaku untuk semua ukuran emas batangan yang diperjualbelikan melalui Antam.

Kenaikan Buyback Emas Terkait Harga Emas Global

Pergerakan harga buyback Antam sejalan dengan kenaikan harga emas di pasar internasional. Harga emas spot menguat 0,5 persen ke level US$4.363,21 per ons pada Senin, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.381 pada Oktober 2025. Reli ini terjadi setelah harga emas naik selama dua pekan berturut-turut, seiring ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dua kali pada 2026. Presiden AS Donald Trump mendorong pemangkasan suku bunga agresif, mendorong investor memburu logam mulia sebagai aset lindung nilai dari ketidakpastian ekonomi dan risiko geopolitik.

Ketegangan Geopolitik Memperkuat Daya Tarik Emas

Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan geopolitik global turut mendorong permintaan emas. Amerika Serikat memperketat blokade minyak terhadap Venezuela untuk menekan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Kondisi ini membuat logam mulia semakin diminati sebagai instrumen investasi yang aman menghadapi volatilitas pasar internasional.