BERITA POPULER: Dinamika Harga Emas Perhiasan hingga Prospek Optimistis Emas Dunia

Lima Berita Populer Investor.id Angkat Dinamika Harga Emas hingga Pergerakan Saham Unggulan

ilustrasi harga emas perhiasan Sumber; Antara

JAKARTA – Investor.id kembali mencatat lima berita terpopuler hingga Kamis (12/2/2026) yang menarik perhatian pembaca. Isu yang mendominasi mencakup dinamika harga emas perhiasan, proyeksi emas dunia, pergerakan emas Antam, hingga fluktuasi saham emiten besar di Bursa Efek Indonesia.

Harga Emas Perhiasan Menunjukkan Pergerakan Beragam di Tiga Gerai Besar

Berita mengenai harga emas perhiasan pada Kamis (12/2/2026) menjadi salah satu yang paling banyak dibaca. Harga terpantau kokoh di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, sementara Laku Emas mencatat penurunan tipis.

Kondisi ini mendorong calon pembeli dan investor untuk terus memantau pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi. Perubahan harga berdasarkan kadar karat di masing-masing gerai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu beli maupun jual.

Analis Memproyeksikan Harga Emas Dunia Terus Menguat hingga Akhir 2026

Optimisme terhadap harga emas dunia juga menarik perhatian pembaca. Direktur strategi komoditas BNP Paribas SA, David Wilson, memproyeksikan harga emas akan melanjutkan kenaikan hingga akhir 2026.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dengan mempertimbangkan risiko makroekonomi dan geopolitik yang masih berlanjut. Selain itu, ia memperkirakan rasio emas terhadap perak akan meningkat seiring ketidakpastian global yang belum mereda.

Harga Emas Antam Bertahan Kokoh dan Catat Kenaikan Sepanjang Tahun

Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk daftar terpopuler. Pada Kamis (12/2/2026), harga emas Antam bertahan kokoh. Sepanjang 2026, harga emas Antam telah naik sekitar 18% dibandingkan posisi awal tahun yang berada di Rp2.488.000 per gram.

Stabilnya harga buyback turut menjadi perhatian, karena memberikan gambaran potensi nilai jual kembali bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan.

Saham BUMI Dekati Level Resistance dan Analis Rekomendasikan Area Beli

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga menjadi sorotan. Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut saham BUMI berpotensi menguat menuju area resistance di kisaran Rp278–Rp284 pada perdagangan Kamis (12/2/2026).

Secara teknikal, analis merekomendasikan area beli di Rp260–Rp270 guna memaksimalkan peluang cuan dalam jangka pendek.

Saham BBCA Melemah karena Tekanan Jual Investor Asing

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat melemah 1,68% ke level Rp7.325 per saham pada sesi siang Kamis (12/2/2026). Data Stockbit menunjukkan tekanan jual investor asing menjadi pemicu utama pelemahan tersebut.

Pergerakan BBCA menegaskan bahwa arus dana asing masih memainkan peran penting dalam menentukan arah saham-saham berkapitalisasi besar di pasar domestik.