3 Aset yang Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia Menurut Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki Menyoroti Tiga Aset Penting untuk Bertahan di Tengah Ancaman Perang Dunia

aset perang dunia

Ketegangan geopolitik, krisis energi, dan lonjakan utang negara membuat ketidakpastian global semakin nyata. Isu perang dunia kembali mencuat dan memaksa banyak orang meninjau ulang strategi menjaga kekayaan. Dalam kondisi ekstrem seperti ini, pemilihan aset tidak lagi sekadar mengejar imbal hasil, melainkan mempertahankan daya beli dan stabilitas finansial jangka panjang.

Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, kembali mengingatkan bahwa banyak individu merasa aman secara finansial, padahal sebenarnya bergantung pada sistem yang rapuh. Ia menilai perang dunia atau krisis besar berpotensi mengguncang fondasi sistem keuangan modern. Dalam berbagai pernyataan terbarunya, Kiyosaki bahkan menyebut dunia menghadapi ancaman krisis yang menyerupai depresi besar akibat runtuhnya kepercayaan terhadap uang dan pasar konvensional.

Menurut Kiyosaki, kepemilikan aset yang tepat menjadi pembeda utama antara mereka yang mampu bertahan dan mereka yang kehilangan nilai kekayaan. Ia menekankan pentingnya kecerdasan finansial untuk menghadapi guncangan sistemik yang muncul saat konflik global meningkat.

Emas Menjaga Nilai Saat Sistem Keuangan Tertekan

Kiyosaki menempatkan emas sebagai aset utama ketika perang dunia meningkatkan inflasi dan melemahkan mata uang. Emas berperan sebagai penyimpan nilai yang telah teruji ratusan tahun dan tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah. Saat negara mencetak uang untuk membiayai konflik dan pemulihan ekonomi, emas cenderung mempertahankan daya belinya.

Ia juga mengkritik anggapan bahwa uang tunai adalah bentuk keamanan. Dalam pandangannya, uang kertas justru merupakan liabilitas yang nilainya terus tergerus inflasi. Di tengah gangguan sistem pembayaran dan pembatasan perbankan, emas tetap memiliki keunggulan karena diakui secara global dan dapat diperdagangkan lintas negara.

Perak Menguat Berkat Peran Strategis di Sektor Industri

Selain emas, Kiyosaki menyoroti perak sebagai aset yang memiliki fungsi ganda. Perak tidak hanya berperan sebagai penyimpan nilai, tetapi juga menjadi komoditas penting dalam sektor teknologi, energi, kesehatan, dan pertahanan. Saat perang dunia mengganggu rantai pasok global, kebutuhan industri terhadap perak berpotensi menjaga permintaannya tetap kuat.

Harga perak yang relatif lebih terjangkau dibanding emas juga membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mulai membangun perlindungan aset secara bertahap di tengah ketidakpastian ekonomi.

Bitcoin Menawarkan Alternatif di Tengah Krisis Kepercayaan

Kiyosaki turut memasukkan Bitcoin sebagai aset strategis dalam menghadapi perang dunia. Ia memandang Bitcoin relevan ketika kepercayaan terhadap bank dan mata uang fiat melemah. Dengan suplai terbatas dan sistem terdesentralisasi, Bitcoin dinilai tidak mudah dimanipulasi seperti uang kertas.

Meski memiliki volatilitas tinggi, Kiyosaki melihat Bitcoin sebagai simbol perubahan cara pandang terhadap uang dan nilai. Dalam jangka panjang, aset digital ini dinilai berpotensi menjadi bagian penting dari diversifikasi aset saat sistem ekonomi global mengalami tekanan besar.