Dampak Ancaman Tarif Trump Mendorong Harga Emas Kembali Pecah Rekor

Jakarta – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada Rabu, 21 Januari 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan melemahnya pasar saham Asia-Pasifik. Investor global secara aktif mengalihkan dana ke aset aman setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancaman tarif baru terhadap negara-negara Eropa.
Harga emas spot melonjak lebih dari 1% dan menembus level tertinggi sepanjang masa di US$4.813 per troy ons atau setara sekitar Rp81,7 juta per ons. Lonjakan ini terjadi ketika sentimen risiko memburuk dan pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Ancaman Tarif Trump Mengguncang Pasar Global
Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan akan mengenakan tarif impor terhadap ekspor dari delapan negara Eropa. Ia menargetkan tarif sebesar 10% mulai 1 Februari 2026 dan menaikkannya hingga 25% pada 1 Juni apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan pemindahan kendali Greenland kepada Amerika Serikat. Trump menegaskan bahwa wilayah tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena kekayaan mineral dan kepentingan keamanan nasional AS.
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengancam tarif hingga 200% terhadap anggur dan sampanye asal Prancis. Ancaman ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut menolak bergabung dalam inisiatif “Board of Peace” yang diusulkan Washington. Trump juga melontarkan kritik keras terhadap rencana Inggris menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.
Pasar Asia Melemah dan Investor Beralih ke Aset Aman
Di kawasan Asia, tekanan pasar terlihat jelas. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,28% dan Topix turun 1,09%. Pasar Korea Selatan bergerak negatif dengan Kospi terkoreksi 1,09% dan Kosdaq anjlok 2,2%. Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 0,34%, sementara Hang Seng Hong Kong melemah 0,12%. Di tengah tekanan tersebut, CSI 300 China daratan hanya mampu menguat tipis 0,11%.
Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global. Arus dana pun mengalir ke emas sebagai lindung nilai utama di tengah risiko perang dagang dan ketidakpastian geopolitik.
Wall Street Terkoreksi Tajam dan Memperkuat Daya Tarik Emas
Di Amerika Serikat, Wall Street mencatat penurunan terdalam dalam tiga bulan terakhir. Indeks Dow Jones anjlok 870,74 poin atau 1,76%, S&P 500 turun 2,06%, dan Nasdaq Composite melemah 2,39%. Pelemahan pasar saham, disertai lonjakan imbal hasil obligasi dan melemahnya dolar AS, semakin memperkuat daya tarik emas di mata investor.
