Investor Menekan Harga Emas Dunia Meski Konflik AS, Israel, dan Iran Memanas

Harga emas dunia justru menunjukkan pelemahan ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki pekan kedua. Ketegangan geopolitik yang mulai berlangsung sejak 28 Februari 2026 awalnya sempat mendorong harga emas melonjak, tetapi kemudian tekanan jual dari investor membuat pergerakannya kembali melemah.
Pada awal serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, harga emas dunia sempat naik hingga mencapai US$ 5.423 per troy ounce. Lonjakan tersebut muncul karena investor memindahkan dana ke aset aman seperti emas untuk mengantisipasi ketidakpastian global.
Namun situasi berubah ketika banyak pelaku pasar mulai melakukan aksi jual. Tekanan tersebut menyebabkan harga emas turun lebih dari 6 persen dari level tertingginya.
Aksi Jual Investor Menekan Harga Emas di Pasar Spot
Seiring meningkatnya aktivitas jual, harga emas di pasar spot kini bergerak dalam kisaran US$ 5.050 hingga US$ 5.200 per troy ounce. Pada perdagangan terakhir, emas tercatat diperdagangkan di sekitar US$ 5.175 per troy ounce.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa harga emas kehilangan momentum kenaikan meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung. Kondisi pasar yang bergejolak membuat sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungan setelah harga sempat melonjak tajam.
Selain aksi jual investor, sejumlah faktor ekonomi global juga turut memengaruhi pergerakan harga emas dunia.
Kenaikan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Membebani Harga Emas
Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menjadi faktor lain yang menekan harga emas. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan keuntungan langsung.
Situasi tersebut membuat logam mulia seperti emas menjadi kurang menarik karena tidak menghasilkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen keuangan lainnya.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga juga turut memengaruhi keputusan investor. Lingkungan suku bunga tinggi biasanya mendorong investor untuk memindahkan dana ke aset yang menawarkan pendapatan tetap.
Pelaku Pasar Menilai Pergerakan Harga Logam Mulia Sedang Melambat
CEO Metals Daily, Ross Norman, menilai bahwa pergerakan harga emas dan perak saat ini terlihat lebih lambat dibandingkan beberapa bulan terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai reaksi pasar setelah periode kenaikan harga yang sangat kuat sebelumnya.
Menurutnya, banyak investor institusional mulai berhati-hati memegang emas batangan karena volatilitas harga yang cukup tinggi. Pada saat yang sama, sebagian investor ritel memilih menjual emas mereka setelah harga di pasar spot mengalami penurunan.
Kombinasi faktor geopolitik, pergerakan dolar AS, serta perubahan strategi investor akhirnya membuat harga emas dunia bergerak lebih lemah meskipun ketegangan global masih berlangsung.
