Pergerakan Harga Emas Hari Ini Senin 22 Desember 2025 di Pasar Spot, Tembus ATH Lagi!

Harga Emas Spot Menembus Rekor Tertinggi Baru pada 22 Desember 2025

Bongkahan emas, salah satu aset safe haven pilihan investor global. / Bloomberg-Akos Stiller

Ketegangan Geopolitik Global Mengangkat Harga Emas ke Level All-Time High

JAKARTA — Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Penguatan harga emas terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada tahun depan. Kondisi tersebut mendorong investor global memperkuat posisi pada aset lindung nilai.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot menguat 1,15 persen ke level US$4.388,95 per troy ounce pada pukul 10.05 WIB. Level tersebut melampaui rekor tertinggi sebelumnya di kisaran US$4.381 per troy ounce yang tercapai pada Oktober 2025. Seiring berjalannya perdagangan, harga emas terus bergerak naik dan mencapai US$4.410,83 per troy ounce pada sore hari.

Ekspektasi Pelonggaran Moneter Memperkuat Reli Logam Mulia

Reli harga emas berlangsung seiring spekulasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar menilai The Fed berpeluang memangkas suku bunga hingga dua kali pada 2026 setelah data ekonomi AS belum memberikan sinyal penguatan yang konsisten. Dorongan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga secara agresif turut memperkuat sentimen tersebut.

Di tengah ekspektasi kebijakan yang lebih longgar, emas dan perak semakin menarik karena tidak menawarkan imbal hasil bunga. Harga perak bahkan ikut mencetak rekor dengan melonjak 2,44 persen ke level US$69,14 per troy ounce, didukung arus dana spekulatif dan ketatnya pasokan global.

Eskalasi Konflik Internasional Menguatkan Permintaan Safe Haven

Selain faktor moneter, eskalasi konflik geopolitik turut mengerek harga emas. Amerika Serikat memperketat blokade minyak terhadap Venezuela untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Pada saat yang sama, Ukraina untuk pertama kalinya menyerang kapal tanker minyak milik armada bayangan Rusia di Laut Mediterania. Situasi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi global sempat memberikan tekanan jangka pendek. Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke kisaran 4,14 persen. Meski demikian, permintaan lindung nilai membuat emas tetap bertahan dalam tren penguatan.

Analis Memproyeksikan Harga Emas Masih Berpotensi Naik

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai struktur pergerakan emas masih berada dalam tren bullish. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi menguji level US$4.425 apabila sentimen risiko global tetap mendukung. Sementara itu, analis Goldman Sachs Group Inc. mematok skenario dasar harga emas di level US$4.900 per troy ounce pada tahun depan.