Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Harga Emas Dunia Mencetak Rekor Bulanan dan Perak Menyentuh Puncak Sejarah

emas

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mendorong Lonjakan Emas dan Perak

Harga emas dan perak melonjak tajam setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan. Dampak kebijakan moneter tersebut langsung mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai, sehingga harga logam mulia bergerak agresif di pasar global.

Pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025, harga emas dunia melonjak 1,30% dan ditutup di level US$4.283,00 per troy ons. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas yang telah menguat sekitar 1,5% selama tiga hari berturut-turut. Penutupan tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak 20 Oktober 2025, atau lebih dari satu bulan terakhir.

Pelemahan Dolar AS Memperkuat Daya Tarik Logam Mulia

Seiring dengan reli emas, nilai tukar dolar Amerika Serikat mengalami tekanan. Indeks dolar AS melemah 0,45% ke level 98,35 pada Kamis. Pelemahan ini membawa dolar ke posisi terendah dalam delapan pekan terhadap mata uang utama dunia. Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga permintaan meningkat signifikan.

Analis Marex, Edward Meir, menilai kebijakan penurunan suku bunga dalam situasi inflasi yang belum sepenuhnya kembali ke target 2% menciptakan sentimen sangat positif bagi emas. Ia menegaskan bahwa lingkungan suku bunga rendah memperkuat prospek kenaikan harga logam mulia.

Pasar Mencermati Arah Kebijakan The Fed Selanjutnya

The Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu, yang menjadi pemotongan ketiga sepanjang tahun ini. Meski demikian, para pembuat kebijakan memberi sinyal kemungkinan jeda penurunan suku bunga berikutnya sambil memantau kondisi pasar tenaga kerja dan laju inflasi yang masih relatif tinggi.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mendorong kebijakan suku bunga rendah sejak awal masa jabatan keduanya. Sikap tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang akomodatif.

Investor Menanti Data Tenaga Kerja dan Rekor Perak

Pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025 hingga pukul 06.45 WIB, harga emas spot terkoreksi tipis 0,17% ke posisi US$4.275,93 per troy ons. Meski melemah, harga tetap bertahan di level tinggi.

Sementara itu, harga perak mencatat rekor tertinggi baru sepanjang sejarah dengan menembus area US$64 per ons. Investor kini menanti rilis data non-farm payrolls Amerika Serikat pada 16 Desember sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan The Fed.