3 Skenario Gila Harga Emas Terbaru: Bisa Terbang 30% atau Rontok 20%!

Pasar Memetakan Tiga Skenario Pergerakan Harga Emas di Tengah Ekspektasi The Fed

emas gold bar

Harga Emas Bergerak Fluktuatif saat Investor Mencermati Arah Suku Bunga AS

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada awal pekan seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025 hingga pukul 06.32 WIB, harga emas spot menguat 0,07 persen ke level US$4.199,65 per troy ons, meski sebelumnya sempat ditutup melemah pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat, 5 Desember 2025, harga emas turun 0,27 persen ke posisi US$4.196,53 per troy ons setelah sempat melonjak hingga US$4.259,10. Pergerakan tersebut mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek, namun tidak mengubah pandangan pelaku pasar terhadap tren jangka menengah emas.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mengangkat Sentimen Logam Mulia

Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, menyatakan pasar semakin yakin The Federal Reserve akan memangkas suku bunga. Pelemahan dolar AS yang mengikuti ekspektasi tersebut memberi ruang bagi harga emas untuk bertahan di level tinggi. Optimisme serupa juga tercermin pada lonjakan harga perak yang mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Data ekonomi Amerika Serikat turut memperkuat sentimen tersebut. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti tercatat naik 0,3 persen secara bulanan, sementara laju tahunan melambat menjadi 2,8 persen. Selain itu, data penggajian swasta menunjukkan penurunan terdalam dalam lebih dari dua setengah tahun, sehingga memperkuat sinyal perlambatan ekonomi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9–10 Desember mencapai 87,2 persen. Kondisi ini menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan moneter.

World Gold Council Memproyeksikan Tiga Arah Harga Emas

World Gold Council memetakan tiga jalur utama pergerakan emas pada 2026. Dalam skenario perlambatan moderat, emas berpotensi menguat 5 hingga 15 persen karena investor beralih ke aset defensif. Jika terjadi penurunan global yang lebih dalam akibat gejolak geopolitik atau fragmentasi perdagangan, WGC memperkirakan harga emas dapat melonjak 15 hingga 30 persen didorong arus investasi ke ETF emas.

Sebaliknya, skenario pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat akibat kebijakan fiskal agresif berpotensi menekan emas. Dalam kondisi tersebut, WGC memproyeksikan harga emas dapat terkoreksi 5 hingga 20 persen seiring penguatan dolar AS dan pergeseran minat investor ke aset berimbal hasil lebih tinggi.